Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lainnya » Transaksi Pakai QRIS di Arab Saudi Sudah Bisa, Tapi Masih Lebih Mahal Dibanding Pakai Riyal

Transaksi Pakai QRIS di Arab Saudi Sudah Bisa, Tapi Masih Lebih Mahal Dibanding Pakai Riyal

  • account_circle REDAKSI
  • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
  • visibility 1.107
  • print Cetak

MADINAH – Meskipun belum resmi dibuka transaksi melalui QRIS antarnegara, atau QR Cross Border, namun sudah ada toko di Arab Saudi yang menggunakan barcode QRIS dari Bank Indonesia untuk transaksi. Toko apalagi kalau bukan Ali Murah, salah satu tempat perbelanjaan yang terkenal bagi jemaah Indonesia.

Salah satu influencer Makassar, Iksan Bangsawan, membagikan pengalamannya mencoba berbelanja dengan menggunakan fasilitas QRIS di toko milik Boss Salahuddin atau Ali Mohammad Syarif tersebut. Dan, hasilnya berhasil terbayar.

“Kita lagi ada di Toko Ali Murah Madinah, belanja pakai QRIS Indonesia,” ungkap Iksan Bangsawan lewat videonya di media sosial.

Dia pun menjelaskan cara transaksi dengan QRIS, seperti umumnya yang dilakukan di Indonesia, yakni scan barcode lalu masukkan pin.

Iksan menunjukkan belanjaannya yang mencapai Rp150.000 di Toko Ali murah, yang sukses terbayar lewat QRIS. “QRIS tenyata sudah sampai di Arab Saudi,” ungkapnya.

Iksan Bangsawan mengungkapkan, meskipun bisa pakai QRIS, namun belanja pakai riyal cenderung lebih murah.

“Bener lebih baik bayar langsung pake mata uang riyal. Ini konten sifatnya informasi bahwa ada QRIS. Bukan tentang murah dan mahal,” ungkapnya lagi.

Dijelaskan juga oleh Iksan, bahwa beberapa toko di Madinah memang selama menerima uang rupiah.

QRIS Cross Border Indonesia Berlaku 2026

Bank Indonesia sebelumnya telah mengumumkan kerja sama pembayaran lintas negara melalui QRIS dengan Arab Saudi. Fasilitas QRIS Cross Border Indonesia–Arab Saudi tersebut dijadwalkan resmi berlaku mulai tahun 2026, sehingga jemaah umrah maupun haji bisa langsung bertransaksi tanpa harus menukar uang ke riyal terlebih dahulu.

Kerja sama ini menjadi bagian dari program internasionalisasi QRIS setelah sukses diterapkan antara Indonesia dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Sehingga jamaah Indonesia cukup memindai barcode QRIS di merchant resmi di Arab Saudi, dan pembayaran akan langsung terdebet dalam rupiah sesuai kurs yang berlaku.

Penerapan sistem ini diharapkan mempermudah transaksi, mengurangi biaya penukaran mata uang, serta memberi kenyamanan lebih bagi jutaan jemaah haji dan umrah asal Indonesia setiap tahunnya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: REDAKSI

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenhaj Ungkap Alasan Istithaah Kesehatan Indonesia Jadi Atensi Pemerintah Arab Saudi

    Kemenhaj Ungkap Alasan Istithaah Kesehatan Indonesia Jadi Atensi Pemerintah Arab Saudi

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 418
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Jelang pemberangkatan ibadah haji Tahun 1447 H/2026 M, Kementerian Haji dan Umrah RI memperketat penetapan istithaah kesehatan bagi jemaah haji Indonesia. Istithaan Kesehatan jemaah asal Indonesia menjadi atensi pemerintah Arab Saudi mengingat tingginya jemaah lansia. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan jemaah sekaligus menekan angka kematian selama pelaksanaan ibadah haji di Arab […]

    Bagikan Berita:
  • Kasus Haji 2024, KPK Akan Periksa Lagi Mantan Menteri Agama Gus Yaqut

    Kasus Haji 2024, KPK Akan Periksa Lagi Mantan Menteri Agama Gus Yaqut

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 331
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024 belum juga sampai pada level penetapan tersangka. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) malah baru-baru ini mengagendakan lagi pemeriksaan terhadap Mantan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas. KPK sebelumnya telah mencegah tiga orang untuk berpergian ke luar negeri dalam pengusutan dugaan korupsi kuota haji 2024. Salah satunya adalah […]

    Bagikan Berita:
  • Haji Tahun Depan, Jemaah Bayar 52 Persen, Sisanya Ditanggung BPKH

    Haji Tahun Depan, Jemaah Bayar 52 Persen, Sisanya Ditanggung BPKH

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 58
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID — Biaya haji 2027 mulai menemukan gambaran baru. Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar beban Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 H/2027 M dibagi dengan komposisi 52 persen dibayar langsung jemaah dan 48 persen ditopang nilai manfaat dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Usulan tersebut disampaikan Prabowo saat menerima Menteri Haji dan […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Akan Optimalkan Skema Murur untuk Lansia saat di Armuzna 2026

    Kemenhaj Akan Optimalkan Skema Murur untuk Lansia saat di Armuzna 2026

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 392
    • 0Komentar

    HAMRANEWS — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk melindungi jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah risiko tinggi (risti) melalui penguatan istithaah kesehatan serta optimalisasi skema Tanazul dan Murur pada penyelenggaraan Haji 1447 H. “Perlindungan jemaah, khususnya lansia dan risti, adalah prioritas utama kami pada penyelenggaraan haji tahun ini,” tegas Menteri Haji […]

    Bagikan Berita:
  • Puncak Ibadah Haji Besok, Begini Skema Mobilisasi Jemaah di Armuzna

    Puncak Ibadah Haji Besok, Begini Skema Mobilisasi Jemaah di Armuzna

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 511
    • 0Komentar

    SAUDI – Puncak haji bakal berlangsung dalam dua hari ke depan. Jemaah haji Indonesia akan diberangkatkan ke Arafah pada 8 Zulhijjah atau 4 Juni 2025. Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat konsolidasi data serta menyusun skema untuk memastikan seluruh jemaah diberangkatkan ke Arafah. “Kami menyusun berbagai skema mitigasi pergerakan jemaah, untuk memastikan seluruh jemaah terangkut ke […]

    Bagikan Berita:
  • Plus Minus Umrah Mandiri Menurut Muthawif di Tanah Suci

    Plus Minus Umrah Mandiri Menurut Muthawif di Tanah Suci

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 449
    • 0Komentar

    SAUDI – Tren ibarah umrah secara mandiri, alias tanpa menggunakan jasa Biro Perjalanan atau travel, sedang ramai diperbincangkan di Tanah Air. Hal itu menyusul regulasi terbaru pemerintah yang melegalkan perjalanan umrah dengan mengurus diri sendiri tersebut. Salah satu alasan utama banyak yang berpikir lebih baik umrah mandiri adalah, biayanya lebih murah. Apakah benar? Muthawif asal […]

    Bagikan Berita:
expand_less