Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah » Plus Minus Penerbangan Umrah Transit di Negara Lain atau Langsung ke Saudi

Plus Minus Penerbangan Umrah Transit di Negara Lain atau Langsung ke Saudi

  • account_circle REDAKSI
  • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
  • visibility 460
  • print Cetak

JAKARTA – Layanan penerbangan untuk perjalanan umrah disediakan biro travel dalam bentuk direct dan atau transit di negara lain. Ada travel yang memilih penerbangan transit karena lebih murah, tapi lebih repot dan menguras waktu serta tenaga.

Ada pula yang memilih penerbangan langsung, karena minim risiko kehilangan barang, tidak rempong pindah pesawat, tetapi cenderung melelahkan karena duduk lama di pesawat tanpa jeda dan harganya mungkin mahal.

Nah, berikut plus minus berangkat umrah dengan penerbangan langsung (direct) dengan transit:

1. Penerbangan Direct (Langsung)

Keunggulan:

Waktu tempuh lebih singkat dan efisien, sehingga jamaah bisa tiba lebih cepat ke Tanah Suci

Lebih nyaman dan minim risiko, cocok untuk lansia atau yang mudah lelah karena tidak perlu berpindah pesawat atau menunggu terlalu lama

Risiko kehilangan bagasi rendah, karena bagasi hanya diurus sekali hingga tiba di tujuan akhir

Kurang potensi keterlambatan, karena tidak bergantung pada jadwal penerbangan lanjutan
mandalikawisata.com

Kekurangan:

Harga tiket cenderung lebih tinggi, karena biaya yang dibayar untuk kenyamanan dan kepraktisan

Pilihan maskapai dan jadwal terbatas, tidak sebanyak yang tersedia untuk opsi transit

Durasi penerbangan bisa melelahkan, karena tidak ada jeda untuk istirahat saat perjalanan panjang sekitar 9–10 jam
mandalikawisata.com

2. Penerbangan Transit (Dengan Singgah)

Keunggulan:

Lebih ekonomis dan fleksibel, sering kali lebih murah, cocok bagi yang ingin berhemat

Pilihan maskapai dan rute lebih banyak, termasuk Emirates, Qatar, Turkish Airlines, dan lain-lain

Kesempatan ‘city tour’ tipis-tipis, jika transit cukup lama dan mengizinkan eksplorasi singkat

Istirahat saat transit, memanfaatkan fasilitas bandara seperti lounge, musala, atau sekadar berjalan–jalan.

Kekurangan:

Waktu perjalanan lebih lama, tergantung durasi transit bisa mencapai 15–20 jam total

Kemungkinan kelelahan lebih tinggi, proses check-in, berganti pesawat, dan menunggu penerbangan berikutnya bisa melelahkan

Risiko bagasi tertinggal, terutama jika transit dengan maskapai berbeda

Risiko tertinggal penerbangan lanjutan, terutama bila waktu antar penerbangan terlalu mepet

Potensi biaya tambahan di bandara transit, misalnya untuk makanan, lounge, atau penginapan jika transit lama

3. Data Tambahan dan Tips Praktis

Maskapai di Indonesia: Lion Air Group telah memperluas layanan direct ke Jeddah dan Madinah dari berbagai kota besar, termasuk Makassar.

Untuk kota-kota dengan keterbatasan rute, tersedia opsi transit via Kuala Lumpur yang praktis

Rute Internasional: Maskapai seperti Turkish Airlines, Qatar Airways, dan Emirates menawarkan transit nyaman dengan fasilitas premium, sekaligus direct flights bila tersedia.

Transit via Kuala Lumpur oleh Amal (Malaysia) juga menjadi alternatif modern, dengan rute kombinasi untuk negara-negara Asia Tenggara. (diolah dari berbagai sumber).

Bagikan Berita:
  • Penulis: REDAKSI

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waduh, Keberangkatan Tersisa Beberapa Hari, Visa Ratusan Petugas Haji Belum Terbit

    Waduh, Keberangkatan Tersisa Beberapa Hari, Visa Ratusan Petugas Haji Belum Terbit

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Terkini, Jakarta — Menjelang jadwal keberangkatan yang kian dekat, ratusan petugas haji Indonesia dilaporkan belum mengantongi visa. Mochammad Irfan Yusuf mengungkapkan, hingga kini masih ada ratusan visa petugas yang belum terbit akibat kendala teknis dalam proses pengajuan. Pernyataan itu disampaikan Irfan Yusuf—yang akrab disapa Gus Irfan—dalam konferensi pers bersama M Qodari di Kantor Staf Kepresidenan (KSP), […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenkes Keluarkan Peringatan Waspada Wabah MERS-CoV untuk Jemaah Haji 2025, Ada Apa?

    Kemenkes Keluarkan Peringatan Waspada Wabah MERS-CoV untuk Jemaah Haji 2025, Ada Apa?

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 523
    • 0Komentar

    MAKKAH – Kementerian Kesehatan mengeluarkan peringatan kepada jemaah haji Indonesia yang telah berada di Tanah Suci, untuk menjaga kesehatan, dan menghindari bersentuhan dengan hewan ternak khususnya unta. Diketahui, penyakit Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) tersebar di Tanah Suci, dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah melaporkan penemuan sembilan kasus terkonfirmasi positif MERS-CoV selama 1 Maret […]

    Bagikan Berita:
  • Misteri Teror Bom di Pesawat Haji, BSSN Sebut Pelaku Tidak Pakai Jaringan Internet

    Misteri Teror Bom di Pesawat Haji, BSSN Sebut Pelaku Tidak Pakai Jaringan Internet

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 352
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ancaman bom yang terjadi di Pesawat Saudia Airlines yang mengangkut jemaah haji di Indonesia rupanya bukan lewat internet. Tapi lewat sambungan telepon. Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi, menyebut, ancaman bom yang terjadi pada pertengahan Juni 2025 itu tidak sulit dideteksi dari sisi komunikasi digital. Menurutnya, […]

    Bagikan Berita:
  • Suhu di Tanah Suci Capai 42 Derajat, Jemaah Diminta Simpan Tenaga

    Suhu di Tanah Suci Capai 42 Derajat, Jemaah Diminta Simpan Tenaga

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 402
    • 0Komentar

    JMAKKAH — Jemaah haji Indonesia harus bersiap dengan perubahan cuaca selama di tanah suci. Saat ini sedang musim panas. Suhu siang hari bisa mencapai 42 derajat Celcius. Cuaca di Makkah misalnya bakal kian terik menjelang salat Asar. Suhu mulai turun mendekati Magrib hingga Isya. Pada malam hari pun, suhu di Makkah kadang masih 31 derajat Celcius. […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Akan Optimalkan Skema Murur untuk Lansia saat di Armuzna 2026

    Kemenhaj Akan Optimalkan Skema Murur untuk Lansia saat di Armuzna 2026

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 263
    • 0Komentar

    HAMRANEWS — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk melindungi jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah risiko tinggi (risti) melalui penguatan istithaah kesehatan serta optimalisasi skema Tanazul dan Murur pada penyelenggaraan Haji 1447 H. “Perlindungan jemaah, khususnya lansia dan risti, adalah prioritas utama kami pada penyelenggaraan haji tahun ini,” tegas Menteri Haji […]

    Bagikan Berita:
  • Ini Alasan PGRI Memilih Tazkiyah Tour untuk Pemberangkatan Umrah Sejumlah Guru di Sulsel

    Ini Alasan PGRI Memilih Tazkiyah Tour untuk Pemberangkatan Umrah Sejumlah Guru di Sulsel

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 264
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Ketenangan dalam melaksanakan ibadah umrah, adalah suasana yang sangat didambakan para jemaah. Untuk menjamin rasa itu ada, sebagian besar dari para ‘Tamu Allah’ akan lebih telaten memilih biro perjalanan. Harus yang punya rekam jejak panjang dalam memberangkatkan jemaah, tidak punya masalah, hingga mengantongi sertifikasi ISO. Salah satu alasan itu disampaikan Ketua Persatuan Guru […]

    Bagikan Berita:
expand_less