Petugas Imigrasi Arab Saudi Datang Langsung ke Bandara Makassar Bereskan Proses Keimigrasian, Haji 2026 Lebih Cepat
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 8 menit yang lalu
- visibility 4

Terkini, Makassar — Proses keberangkatan jemaah haji 2026 dari Embarkasi Makassar dipastikan akan jauh lebih cepat dan efisien. Hal ini menyusul kehadiran langsung petugas Imigrasi Arab Saudi di Bandara Sultan Hasanuddin melalui skema Makkah Route, yang memungkinkan seluruh proses keimigrasian diselesaikan sejak dari Indonesia.
Sebanyak 15.804 calon jemaah haji asal embarkasi Makassar akan merasakan manfaat layanan ini. Dengan skema tersebut, pemeriksaan paspor dan visa yang biasanya dilakukan saat tiba di Arab Saudi kini sudah dituntaskan sebelum keberangkatan.
Program Makkah Route sendiri merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi dalam bentuk layanan pre-clearance keimigrasian.
Dengan sistem ini, jemaah tidak perlu lagi mengantre panjang di bandara kedatangan di Arab Saudi, sehingga bisa langsung melanjutkan perjalanan menuju Makkah atau Madinah dengan lebih nyaman.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyampaikan bahwa secara nasional, layanan ini akan melayani sekitar 221.000 jemaah haji Indonesia. Ia menegaskan, kehadiran Makkah Route di Makassar menjadi langkah strategis untuk memperluas akses layanan yang lebih cepat dan efisien.
“Perluasan Makkah Route ke Makassar adalah upaya strategis untuk memastikan semakin banyak jemaah Indonesia merasakan kemudahan proses keimigrasian sejak dari tanah air. Kami ingin memangkas birokrasi agar jemaah lebih tenang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).
Sebagai bentuk kesiapan, sebanyak 115 petugas Imigrasi Arab Saudi telah tiba di Indonesia sejak 20 April 2026 dan langsung ditempatkan di sejumlah bandara, termasuk Makassar. Seluruh sarana dan prasarana Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) juga disebut telah siap 100 persen.
Tak hanya mempercepat proses, pemerintah juga mengintegrasikan data lintas sektoral serta menyusun profil risiko guna mencegah keberangkatan jemaah non-prosedural. Langkah ini diharapkan memastikan seluruh jemaah yang berangkat benar-benar sesuai aturan dan mendapatkan perlindungan maksimal.
Ke depan, pemerintah menargetkan layanan Makkah Route dapat diperluas ke seluruh embarkasi haji di Indonesia. Selain itu, skema ini juga diharapkan bisa diterapkan secara timbal balik (resiprokal) antara kedua negara, demi meningkatkan kualitas layanan haji secara menyeluruh.
Dengan hadirnya petugas Imigrasi Arab Saudi langsung di Makassar, perjalanan haji tahun ini bukan hanya lebih cepat, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman sejak langkah pertama jemaah meninggalkan tanah air.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



