Puncak Haji Dimulai, Jutaan Jemaah Bergerak ke Arafah Dipantau Drone dan Teknologi AI Arab Saudi
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3

HAMRANEWS.ID – Puncak ibadah haji mulai berlangsung, hari ini. Jutaan jemaah dari berbagai negara bergerak secara bertahap menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) di tengah suhu panas ekstrem yang melanda Arab Saudi.
Untuk memastikan pergerakan massa tetap aman dan tertib, pemerintah Arab Saudi mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI), drone, hingga sistem pemantauan real-time.
Pergerakan jutaan jemaah secara bersamaan menuju kawasan Armuzna menjadi tantangan besar setiap musim haji. Risiko kepadatan, hambatan logistik, hingga keterlambatan layanan medis dapat memicu situasi darurat apabila tidak ditangani dengan cepat.
Pemerintah Arab Saudi mengintegrasikan berbagai teknologi digital guna mengendalikan arus jemaah selama fase krusial ibadah haji. Teknologi tersebut mencakup sistem AI, dashboard pemantauan langsung, drone pengawas, serta layanan telemedicine untuk mempercepat respons kesehatan.
Otoritas Arab Saudi melalui Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA) mengoperasikan Smart Makkah Operations Center sebagai pusat kendali utama. Dari pusat komando ini, sistem berbasis kecerdasan buatan bernama Baseer bekerja memantau kepadatan serta pola pergerakan jemaah secara real-time.
Teknologi tersebut memungkinkan petugas mengidentifikasi potensi penumpukan massa sebelum berkembang menjadi situasi berbahaya. Selain itu, sistem ini membantu pengaturan armada transportasi massal agar perpindahan jutaan jemaah menuju lokasi-lokasi ibadah berjalan lebih lancar.
Sebagai bentuk kesiapan, Arab Saudi telah melakukan simulasi operasional besar-besaran selama 30 jam menjelang musim haji. Simulasi ini melibatkan sekitar 40 instansi pemerintah, 20 ribu peserta, 8 ribu armada bus, serta pemodelan mobilitas hingga 1,4 juta jemaah.
Digitalisasi Layanan Jemaah Lewat Nusuk
Transformasi digital juga diterapkan sejak sebelum jemaah tiba di Tanah Suci. Melalui platform Nusuk, jemaah dapat mengakses berbagai layanan mulai dari pengurusan izin, pengaturan jadwal ibadah, hingga navigasi lokasi suci.
Digitalisasi ini membantu otoritas mengurai kepadatan di titik-titik rawan serta mempercepat layanan tanpa kontak yang semakin berkembang pascapandemi.
Drone dan Telemedicine untuk Layanan Medis Darurat
Sektor kesehatan menjadi perhatian utama mengingat tingginya risiko kelelahan dan dampak cuaca panas, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Distribusi kebutuhan medis selama haji dikelola oleh NUPCO, perusahaan di bawah Public Investment Fund Arab Saudi. Chief Operating Officer NUPCO, Fahad AlButhi, menegaskan bahwa koordinasi lintas sistem menjadi kunci keberhasilan layanan kesehatan selama musim haji.
“Selama haji, interoperabilitas sangat penting karena pengiriman layanan kesehatan bergantung pada banyak sistem yang bekerja bersama dengan cepat,” ujar Fahad AlButhi.
Untuk mengantisipasi kondisi darurat, Arab Saudi menyiapkan gudang medis bergerak di kawasan Mina dan Arafah dengan sekitar 1.930 jenis obat serta perlengkapan kesehatan. Persediaan dipantau melalui dashboard digital, sementara drone disiapkan untuk membantu pengiriman maupun respons cepat jika jalur darat mengalami kemacetan.
Inovasi lain hadir melalui Seha Virtual Hospital, yang memungkinkan klinik darurat terhubung langsung dengan dokter spesialis menggunakan bantuan diagnostik berbasis AI. Jemaah juga dapat berkonsultasi dan memperoleh resep secara digital melalui aplikasi Sehhaty.
Penguatan sistem kesehatan berbasis teknologi ini menjadi prioritas setelah tragedi gelombang panas pada musim haji 2024 yang menewaskan lebih dari 1.300 jemaah.
Teknologi Membantu, Kendali Tetap di Tangan Petugas
Meski teknologi digital digunakan secara masif, otoritas Arab Saudi menegaskan bahwa pengambilan keputusan di lapangan tetap berada di tangan petugas.
“Otomatisasi tidak akan menggantikan elemen manusia,” kata AlButhi.
Teknologi berfungsi mempercepat pengumpulan data dan memperluas kemampuan pemantauan, tetapi koordinasi manusia tetap menjadi faktor utama, terutama dalam membantu jemaah lansia atau mereka yang kesulitan menggunakan perangkat digital.
Dengan pergerakan jutaan orang dalam waktu singkat dan ruang terbatas, musim haji kembali menjadi ujian besar bagi keandalan sistem logistik, transportasi, dan layanan kesehatan Arab Saudi.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



