Ratusan Calon Jemaah Umrah di Jombang Gagal Berangkat, Dua Perwakilan Travel Diamankan Polisi
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9
- print Cetak

Jemaah Umrah Gagal Berangkat
HAMRANEWS.ID — Sekitar 200 calon jemaah umrah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diduga gagal berangkat ke Tanah Suci pada Minggu 30 Agustus 2026. Para jemaah sebelumnya telah berkumpul sejak dini hari, namun hingga waktu keberangkatan tidak mendapatkan kepastian mengenai penerbangan maupun visa.
Situasi ini memicu keributan akibat kekecewaan jemaah yang sudah berkumpul lama di kawasan Alun-Alun Jombang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, para calon jemaah diduga merupakan jemaah yang menggunakan jasa PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Group).
Salah seorang pengantar jemaah, Udin, mengatakan para calon jemaah telah menunggu selama lebih dari tiga jam sebelum akhirnya dua orang perwakilan travel datang menemui mereka.
Dalam pertemuan tersebut, menurut Udin, perwakilan travel menyampaikan bahwa uang pembayaran jemaah telah habis. Namun, pihak travel disebut belum dapat memberikan penjelasan mengenai penggunaan maupun penyebab habisnya dana tersebut.
Padahal, sebelumnya para jemaah telah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk perjalanan umrah. Perlengkapan dan kebutuhan logistik disebut telah disiapkan dan jemaah tinggal menunggu waktu keberangkatan.
Situasi mulai menimbulkan kecurigaan sejak dini hari.
Seorang saksi yang mengantar keluarganya mengatakan para jemaah awalnya diminta berkumpul di Masjid Jami’ Jombang sekitar pukul 01.00 WIB.
“Katanya ada sekitar 200 jamaah, tetapi tidak ada pengamanan dari Banser ataupun aparat,” ujar saksi tersebut.
Para jemaah kemudian berkumpul hingga hampir pukul 03.00 WIB. Padahal, informasi yang diterima, mereka harus sudah berada di Bandara Juanda, Surabaya, sekitar pukul 05.00 WIB.
Kecurigaan lainnya muncul ketika proses pengarahan kepada jemaah dilakukan tanpa menggunakan pengeras suara, meski jumlah jemaah mencapai sekitar 200 orang.
Tak lama kemudian, jemaah mendapat informasi bahwa hanya sekitar 40 orang yang dapat diberangkatkan pada hari itu, sementara sekitar 20 orang lainnya disebut baru dapat berangkat keesokan harinya.
Informasi mengenai visa juga disebut belum jelas. Saksi mengaku mendapat informasi bahwa visa baru akan dibagikan ketika jemaah tiba di bandara.
Jadwal keberangkatan pun disebut beberapa kali berubah sehingga menambah keresahan para jemaah.
Dua Perwakilan Travel Dibawa ke Polres Jombang
Situasi kemudian berlanjut ke proses penanganan oleh kepolisian. Dua orang perwakilan travel yang sempat menemui para jemaah telah diamankan dan dibawa ke Polres Jombang.
Kasi Humas Polres Jombang, IPDA Mujazin, masih menjadi pihak yang dikonfirmasi terkait penanganan kasus tersebut.
Sementara itu, pihak travel disebut mengaku pasrah dan siap menghadapi konsekuensi hukum atas persoalan yang terjadi.
Hingga berita ini ditulis, Direktur Utama PT Annisa Ahmada Travelindo, Ning Nissa, belum menyampaikan klarifikasi resmi mengenai persoalan yang menyebabkan sekitar 200 calon jemaah tersebut diduga gagal berangkat.
Jemaah Kecewa, Ada yang Sudah Berpamitan kepada Keluarga
Kekecewaan juga disampaikan sejumlah jemaah dan keluarga melalui media sosial.
Salah seorang keluarga jemaah berharap pihak travel segera memberikan kepastian, termasuk mengenai kemungkinan pengembalian dana bagi jemaah yang batal berangkat.
“Bude saya seorang janda yang semangat menabung dari lama untuk berangkat umrah. Semalam sudah bahagia sekali raut wajahnya. Berpamitan mau berangkat ibadah umrah. Tiba-tiba tadi ba’da Subuh pulang lagi. Batal berangkat,” tulis salah seorang keluarga jemaah.
Keluarga jemaah lainnya juga mempertanyakan pertanggungjawaban travel lantaran sejumlah kebutuhan keberangkatan disebut telah ditagihkan kepada jemaah, namun belum mendapatkan kepastian.
“Astagfirullah, tega sekali 200 sekian jamaah batal diberangkatkan di hari H. Visa belum jelas,” tulis seorang pengguna media sosial.
Peristiwa tersebut kini masih dalam proses penanganan dan pendalaman oleh pihak kepolisian.
Tim masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak PT Annisa Ahmada Travelindo maupun pihak terkait lainnya untuk mengetahui penyebab sebenarnya calon jemaah tersebut gagal berangkat.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
