Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Cerita Jemaah Haji Jalur Furodah Bayar Rp945 Juta Nginap di Dormi yang Sesak dan Tenda yang Panas

Cerita Jemaah Haji Jalur Furodah Bayar Rp945 Juta Nginap di Dormi yang Sesak dan Tenda yang Panas

  • account_circle REDAKSI
  • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
  • visibility 434

MAKASSAR – Bukannya mendapat fasilitas yang memuaskan, seorang jamaah haji yang pernah berangkat dengan jalur furodah pada tahun lalu menceritakan pengalamannya yang penuh cobaan.

Warga Indonesia, pemilik akun Catur Gunandi tersebut, menceritakan, dia awalnya memilih haji Furodah dan membayar mahal karena tidak mau berdesak-desakan dan ingin nyaman.

Namun, hasilnya jauh dari ekspektasi. Dia mengalami berbagai cobaan sejak di bandara, menginap di Madinah, hingga saat di Arafah. Berikut selengkapnya kisah Catur Gunandi yang diabadikan di media sosial:

Haji terakhir yang saya jalani, tahun lalu, menjadi perjalanan paling istimewa dalam hidup saya. Bukan karena kemewahan fasilitasnya, tapi justru karena semua rencana saya… gagal total.

Awalnya, saya memilih paket haji paling lengkap dan mahal. Bukan untuk pamer, tapi karena saya ingin menjalani ibadah ini dengan penuh kenyamanan dan ketenangan. Saya tak mau repot antre kamar mandi, berebut makan, atau tidur berhimpitan. Saya ingin fokus ibadah dengan kepala tenang dan badan nyaman. Maka saya pilih hotel bintang lima, penerbangan first class, kendaraan pribadi antar-jemput Makkah–Madinah—semuanya demi sebuah ibadah yang saya anggap “terbaik”.

Dalam hati saya, “Allah itu Maha Baik. Masa saya tidak boleh menikmati kebaikan-Nya lewat fasilitas yang memudahkan ibadah?”

Namun, Allah ternyata punya skenario yang lebih dalam dari sekadar “kenyamanan”.

Gagalnya Semua Rencana
Lima jam sebelum boarding, saya diberitahu bahwa nama saya dikeluarkan dari manifest penerbangan. Bagasi saya dikembalikan. Tidak ada alasan yang jelas. Saya diminta bersabar.

Travel mencoba mencarikan solusi. Saya akhirnya berangkat, tapi bukan dengan first class, dan harus transit lebih dulu di Riyadh. Hati saya masih mencoba tenang. “Mungkin ini ujian kecil,” pikir saya.

Sampai di Madinah, waktu sangat mepet. Saya hanya sempat mandi kilat, makan jeruk seadanya di lobi hotel, lalu langsung naik kereta cepat ke Makkah. Belum sempat rebahan, belum sempat buka koper. Tapi saya masih menenangkan diri. “Nanti di hotel Makkah pasti bisa istirahat.”

Ternyata tidak.

Di hotel Makkah, nama saya tidak ditemukan. Tidak ada kamar. Tidak ada catatan pemesanan. Saya akhirnya diarahkan ke sebuah dorm. Panas, penuh jamaah dari berbagai negara, koper berantakan, udara campur aduk. Saya duduk lemas, dengan satu pikiran yang terus mengiang:
“Ya Allah, ini bukan yang saya bayangkan.”

Titik Balik di Arafah
Saya datang dengan niat beribadah secara eksklusif, tapi Allah menempatkan saya dalam kondisi sebaliknya. Bukan di tempat istirahat yang mewah, tapi di tengah keramaian dan kekacauan kecil yang terus mengikis ekspektasi saya.

Puncaknya adalah di Arafah.

Tenda yang dijanjikan ber-AC dan tenang, ternyata panas dan ramai. Lebih mirip kamp mahasiswa daripada akomodasi premium. Saya hanya bisa tertawa kecil, karena mulai sadar:
Saya terlalu keras kepala. Terlalu yakin bisa mengatur semuanya. Saya pikir, ibadah bisa saya beli dengan harga.

Tapi Allah hanya butuh beberapa kejadian sederhana untuk menyadarkan:
Haji bukan tentang apa yang saya bayar, tapi tentang apa yang saya lepaskan.

Saya buka mushaf kecil, berharap mendapat ketenangan. Jari saya berhenti di Surat Al-Isra ayat 25:

“Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu. Jika kamu orang yang baik, maka sungguh Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.”

Saya tak kuasa menahan tangis. Karena saya sadar, saya datang tidak sepenuhnya bersih. Ada ego. Ada keinginan untuk terlihat istimewa. Ada niat yang ingin ibadah—tapi tetap dimanjakan dunia.

Dan Allah tahu itu. Bahkan sebelum saya sendiri menyadarinya.

Qurban yang Sebenarnya
Kini menjelang Idul Adha, saya kembali menyiapkan qurban seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi kali ini dengan pemahaman yang jauh lebih dalam.
Qurban bukan sekadar tentang sapi atau kambing. Qurban paling berat justru adalah menyembelih ego. Rasa ingin dianggap. Ingin tampil lebih. Ingin ibadah tapi tetap nyaman.

Kalau dulu Allah mengoreksi niat saya saat berhaji, maka sekarang giliran saya menjaga niat saat berqurban. Sebab qurban yang diterima bukanlah darah dan dagingnya, tapi ketulusan dari hati yang rela disembelih—diam-diam—hanya untuk-Nya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: REDAKSI

Rekomendasi Untuk Anda

  • Visa Hingga Rekam Biometrik, Ini 8 Hal Penting yang Perlu Diketahui Calon Jemaah Haji 2026

    Visa Hingga Rekam Biometrik, Ini 8 Hal Penting yang Perlu Diketahui Calon Jemaah Haji 2026

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 314
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi resmi memulai penerbitan visa Haji 2026 (1447 Hijriah) lebih awal dari biasanya. Kementerian Haji dan Umrah mengumumkan proses pengajuan visa telah dibuka sejak 8 Februari 2026, beberapa bulan sebelum puncak ibadah haji yang diperkirakan berlangsung pada akhir Mei 2026. Langkah percepatan ini menjadi bagian dari strategi Kerajaan untuk memperlancar perencanaan, […]

    Bagikan Berita:
  • Saudi Terima Jemaah Umrah Musim Selanjutnya Mulai 11 Juni 2025

    Saudi Terima Jemaah Umrah Musim Selanjutnya Mulai 11 Juni 2025

    • calendar_month Rab, 14 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 577
    • 0Komentar

    SAUDI – Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan kalender resmi Umrah tahun 1447 H, yang salah satunya menjadwalkan kedatangan jemaah umrah dari luar negeri akan dimulai pada 15 Dzulhijjah 1446 H, bertepatan dengan 11 Juni 2025. Kalender tersebut mencakup berbagai informasi penting, seperti tanggal-tanggal kunci untuk penerbitan visa, kesepakatan dengan agen luar negeri, serta […]

    Bagikan Berita:
  • Anggaran Daerah Tercekik, Jemaah Haji Bantaeng 2026 Kini Harus Tanggung Biaya Transportasi Sendiri

    Anggaran Daerah Tercekik, Jemaah Haji Bantaeng 2026 Kini Harus Tanggung Biaya Transportasi Sendiri

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 110
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Keterbatasan anggaran daerah kian terasa di berbagai sektor, termasuk pelayanan ibadah haji. Pemerintah Kabupaten Bantaeng dikabarkan tidak lagi menanggung biaya pemberangkatan dan penjemputan jemaah haji tahun 2026 yang selama ini difasilitasi menggunakan bus. Kebijakan ini disebut sebagai dampak langsung dari pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat yang berimbas hingga ke tingkat daerah. Akibatnya, ruang […]

    Bagikan Berita:
  • visa umrah, visa saudi,

    13 Orang Hendak ke Tanah Suci Pakai Visa Non-Haji, Imigrasi Pending Keberangkatannya

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 107
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Direktorat Jenderal Imigrasi mengungkapkan ada 13 orang calon jemaah haji non-prosedural yang ditunda keberangkatannya. Mereka mencoba berangkat dengan tidak menggunakan visa haji. “Per hari ini ada 13 orang calon jemaah haji non-prosedural yang kita pending atau kita tunda keberangkatannya karena non-prosedural, tidak menggunakan visa haji,” kata Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, di Kementerian […]

    Bagikan Berita:
  • Ketua Kesthuri dan Direktur Maktour Menyusul Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji

    Ketua Kesthuri dan Direktur Maktour Menyusul Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 154
    • 0Komentar

    HAMRANEWS — Kasus dugaan korupsi dalam pembagian kuota haji kembali menyeret orang orang penting di industri perjalanan ibadah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Umum Kesthuri, Asrul Azis Taba, serta Direktur Operasional salah satu perusahaan travel haji dan umrah, Ismail Adham, sebagai tersangka. Keduanya diduga terlibat dalam pengaturan kuota haji khusus tambahan yang diperoleh Indonesia […]

    Bagikan Berita:
  • Khalid Basalamah

    Khalid Basalamah Terima Sekitar Rp8 Miliar Uang Hasil Penjualan Kuota Haji 2024 yang Bermasalah

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 398
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pendakwah Khalid Basalamah diketahui ikut memperjualbelikan tambahan kuota haji tahun 2024 yang bermasalah dan diduga terkait korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun telah melakukan pemeriksaan terhadap Khalid. Khalid Basalamah mengakui telah membeli kuota tersebut, lalu menjualnya kepada jemaah. Uang hasil penjualan, yang nilainya diperkirakan sekitar Rp8 miliar, telah dikembalikan ke KPK untuk dijadikan […]

    Bagikan Berita:
expand_less