Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di Arab Saudi, Kemenhaj Perkuat Istithaah Kesehatan untuk 2027
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 37 menit yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

HAMRANEWS.ID – Pelaksanaan ibadah haji 2026 telah berakhir. Namun, perhatian terhadap kondisi jemaah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi belum sepenuhnya selesai.
Hingga Minggu (20/9/2026), masih ada dua jemaah haji Indonesia yang menjalani perawatan medis di Arab Saudi. Keduanya dirawat di rumah sakit berbeda setelah mengalami gangguan kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji dan Umrah, dr. Dani Pramudya, mengatakan kondisi kedua jemaah terus dipantau. Satu jemaah dirawat di Khaybar General Hospital, Madinah, sementara satu lainnya menjalani perawatan di Rumah Sakit dr Samir Abbas, Jeddah.
“Saat ini masih ada dua jemaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi. Satu dirawat di RS Khaybar General Hospital, Madinah dan satu jemaah lagi dirawat di Rumah Sakit dr Samir Abbas Jeddah,” ujar Dani saat dihubungi dari Jakarta.
Kedua jemaah tersebut masing-masing berasal dari Lamongan dan Tangerang.
Jumlah jemaah yang masih membutuhkan perawatan sebenarnya telah menurun drastis. Setelah rangkaian ibadah haji berakhir, sekitar 60 jemaah Indonesia sempat tercatat masih menjalani perawatan di Arab Saudi. Kini, angka tersebut tersisa dua orang.
“Semoga dua jemaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi segera kembali sehat dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga di Tanah Air,” kata Dani.
Serangan Jantung hingga Infeksi Paru
Selama penyelenggaraan haji 2026, sejumlah jemaah Indonesia harus mendapatkan penanganan medis akibat penyakit serius.
Dani menyebut beberapa di antaranya mengalami serangan jantung, stroke berat, hipertensi, diabetes atau kencing manis, hingga infeksi paru.
Kondisi kesehatan menjadi tantangan tersendiri karena jemaah harus menjalani aktivitas fisik yang cukup berat, ditambah karakter cuaca dan lingkungan Arab Saudi yang berbeda dengan Indonesia.
Karena itu, aspek kesehatan akan menjadi salah satu perhatian dalam persiapan penyelenggaraan haji 2027.
Istithaah Kesehatan Jadi Perhatian
Dani mengatakan Kementerian Haji dan Umrah akan meningkatkan perhatian terhadap istithaah kesehatan jemaah pada musim haji 2027.
Menurutnya, kesiapan fisik merupakan salah satu faktor penting agar jemaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman.
“Kami berharap kepada jemaah haji tahun 2027 agar benar-benar menjaga kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa kondisi alam Arab Saudi berbeda dengan Indonesia. Perubahan suhu dan cuaca, aktivitas fisik yang padat, serta kepadatan jemaah dapat memberikan beban tambahan bagi tubuh.
Karena itu, persiapan kesehatan sebaiknya dilakukan jauh sebelum keberangkatan. Jemaah diminta menjaga kebugaran sekaligus mengikuti pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) secara serius.
Dengan kondisi kesehatan yang baik sejak masih di Tanah Air, jemaah diharapkan dapat memenuhi persyaratan istithaah kesehatan dan lebih siap menghadapi rangkaian ibadah di Arab Saudi.
“Dengan menjaga kesehatan, jemaah ketika melakukan MCU dapat memiliki hasil yang bagus, sehingga istithaah kesehatan terpenuhi,” pungkas Dani.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
