Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Dua Syarikah yang Melayani Jemaah Haji 2026, Intip Rekam Jejaknya

Dua Syarikah yang Melayani Jemaah Haji 2026, Intip Rekam Jejaknya

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
  • visibility 328

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menetapkan pada tahun 2026, cuma dua syarikah atau perusahaan yang akan melayani jemaah haji Indonesia. Keputusan tersebut setelah proses lelang ketat yang diikuti lebih dari 150 perusahaan di Arab Saudi.

“Syarikah itu yang ikut seleksi ada lebih dari 150 syarikah. Dalam proses lelang dan segala macam terpilih awalnya ada tinggal 50. Kemudian ada tinggal sekitar 20. Kemudian terakhir itu ada tinggal 4 dan terakhir nanti akan dipilih 2 syarikah,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat ditemui di kantornya, Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa 30 September 2025.

Dia menyebutkan, dua syarikah Itu juga telah diumumkan oleh kantor urusan haji Saudi Arabia.

Kedua syarikah yang terpilih adalah Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service dan Albait Guest. Keduanya bukan nama baru, karena pernah terlibat dalam penyelenggaraan haji Indonesia di tahun sebelumnya.

Dahnil menjelaskan penetapan dua syarikah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk penyelenggaraan haji yang lebih baik. Di samping itu, penetapan ini juga untuk menghindari adanya kebocoran anggaran yang selama ini menjadi temuan.

Bagaimana rekam jejak dua syarikah tersebut dalam melayani jemaah haji?

Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service

Syarikah pertama, Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service, ditunjuk langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah RI setelah proses lelang ketat yang melibatkan lebih dari 150 syarikah.

Ini bukan kali pertama Rakeen Mashariq melayani jemaah haji Indonesia.

Pada tahun 2025, Rakeen Mashariq melayani 35.090 jemaah haji Indonesia.

Rakeen Mashariq bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia dan pemerintah Arab Saudi untuk memastikan kelancaran ibadah haji.

Melansir dari kantorhatsushaji, Rakeen merupakan anak perusahaan Mashariq yang merupakan jelmaan Muassasah (lembaga pemerintah) yang ditunjuk melayani Tamu Allah dari negara-negara Asia Tenggara.

Namun sejak tahun 2023, ketika sistem swastanisasi diberlakukan oleh Pemerintah Arab Saudi, maka setiap negara bebas memilih syarikah manapun.

Di era swastanisasi, Muassasah berubah menjadi perusahaan partikelir (syarikah). Maka Muassasah Asia Tenggara berubah menjadi Syarikah Mashariq.

Kini melalui perusahaannya Rakeen Masshariq resmi menjadi pelayan dhuyufurrahman (tamu Allah) Tanah Air.

Al Bait Guests

Al Bait Guests atau Dhuyuf Al Bait bersama Mashariq ikut melayani jemaah haji Indonesia tahun 2026 mendatang.

Al Bait Guests merupakan perusahaan layanan haji dan perhotelan yang didirikan di Arab Saudi pada tahun 2022, dengan pusat di Makkah.

Perusahaan tersebut menyediakan layanan lengkap untuk para peziarah, termasuk akomodasi, transportasi, makanan, bimbingan spiritual, dan kegiatan rekreasi lainnya, serta telah melayani sekitar 600.000 jamaah dari Asia Selatan dan menjalin kemitraan dengan Indonesia untuk melayani jamaah haji reguler.

Sama halnya dengan Rakeen Mashariq, syarikah Al Bait Guests pertama kali melayani jemaah haji reguler Indonesia pada 1446 H/2025 M.

Saat itu Al Bait Guest melayani jemaah haji Indonesia terbanyak yaitu 35.977 jemaah haji Indonesia.

Sebelum sistem swastanisasi dalam penyelenggaraan ibadah haji diberlakukan, Al Bait Guests hanya melayani jemaah haji asal Asia Selatan, seperti India, Pakistan dan Bangladesh.

Di Indonesia, Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) menjadi asosiasi pertama yang menjalin kerja sama dengan Al Bait Guests.

Saat itu, mayoritas jemaah haji khusus Anggota HIMPUH dilayani oleh Al Bait Guests.

Kontrak Multiyears, Hingga Tiga Tahun

Untuk mencegah praktik manipulasi dan ‘feedback’ dalam pelelangan di Arab Saudi, Kemenhaj juga membuat terobosan baru. Kontrak kerja sama dengan kedua syarikah tersebut akan bersifat multi-year, langsung tiga tahun, bukan lagi tahunan.

Perubahan kebijakan ini juga bertujuan untuk meminimalkan jumlah syarikah yang terlibat. Jika sebelumnya ada delapan syarikah yang melayani jemaah Indonesia, kini hanya akan ada dua.

“Dan alhamdulillah biaya bisa kita tekan lebih dari 200 riyal (per-jemaah) yang tadinya biaya syarikah itu 2.300 (riyal). Tahun ini kita tekan tanpa ada pungli, tanpa ada manipulasi, itu menjadi 2.100 (riyal). Dan ke depan kita hanya menggunakan 2 syarikah, tidak lagi 8 syarikah,” tutur Dahnil.

Jika dihitung, Kementerian Haji dan Umrah telah melakukan penghematan sekitar Rp 180 miliar secara keseluruhan dari total anggaran Rp 17 triliun. Dahnil Simanjuntak pun berharap, efisiensi dari penekanan kebocoran ini bisa menurunkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026. Hal ini sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.

“Perintah Presiden begitu. Dari kebocoran-kebocoran itulah harapan kami nanti bisa menekan ongkos naik haji atau BPIH. Karena kalau kebocoran 20-30 persen dari Rp 17 triliun itu berarti per tahun terjadi kebocoran hampir Rp 5 triliun. Dan itulah yang hari ini ingin kami tekan semaksimal mungkin, bila perlu nol kebocoran,” ungkapnya.

Menurut Dahnil, pos biaya haji terbesar berada pada transportasi udara, yang nilainya hampir Rp 6 triliun. Disusul oleh syarikah dan hotel yang masing-masing mencapai hampir Rp 3 triliun.

“Kami simulasi dari Rp 17 triliun itu semuanya terdiri dari 10 proses pengadaan,” imbuhnya.

Meskipun biaya haji berhasil ditekan, Dahnil menekankan tantangan lain tetap ada, seperti nilai tukar dolar yang terus naik. Tahun lalu kurs dolar berada di Rp 16.000, sedangkan tahun ini sudah mencapai Rp 16.500.

“Kalau dihitung dari sisi finansial untuk menekan BPIH itu tidak mudah karena dolarnya naik. Tapi itu menjadi mudah kalau kebocoran-kebocoran ini bisa kita tekan. Kami fokus pada kebocoran untuk memastikan BPIH sesuai dengan perintah Presiden itu turun dan di situlah kami memohon bantuan dari Kejaksaan Agung untuk menekan kebocoran ini,” tandasnya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendaftaran Vendor Katering Jemaah Haji 2026 Sudah Dibuka, lewat Situs Saudi

    Pendaftaran Vendor Katering Jemaah Haji 2026 Sudah Dibuka, lewat Situs Saudi

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 288
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah Kota Makkah resmi membuka pendaftaran bagi para kontraktor katering yang ingin turut berpartisipasi dalam penyediaan layanan makanan bagi jamaah haji tahun 1447 H (2026 M). Langkah ini menandai dimulainya fase awal persiapan logistik menjelang musim haji mendatang yang akan kembali dipadati jutaan peziarah dari seluruh dunia. Pendaftaran Sudah Dibuka Menurut pengumuman Holy […]

    Bagikan Berita:
  • Capai Angka Fantastis, 17,5 Juta Orang Salat di Masjidilharam Dalam Sebulan

    Capai Angka Fantastis, 17,5 Juta Orang Salat di Masjidilharam Dalam Sebulan

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 188
    • 0Komentar

    SAUDI – Jumlah pengunjung Dua Masjid Suci di Arab Saudi kembali memecahkan angka yang luar biasa. Selama bulan Rabiul Awal 1447 H, tercatat lebih dari 53,5 juta orang beribadah di Masjidil Haram, Makkah, dan Masjid Nabawi, Madinah. Data ini diumumkan oleh Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada Jumat 27 September 2025. […]

    Bagikan Berita:
  • Delapan Tahun, BPKH Kini Kelola Rp179 Triliun Dana dari Setoran Haji

    Delapan Tahun, BPKH Kini Kelola Rp179 Triliun Dana dari Setoran Haji

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 83
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Selama delapan tahun beroperasi, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat pertumbuhan signifikan dalam pengelolaan dana haji nasional. Sampai tahun 2025, dana kelolaan BPKH diproyeksikan hampir mencapai Rp179 triliun, melonjak lebih dari 60 persen dibandingkan awal pembentukannya. Capaian tersebut disampaikan dalam peringatan Milad ke-8 BPKH yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (12/12/2025). Mengusung […]

    Bagikan Berita:
  • Daftar Kuota Haji Provinsi Sulsel Per Kabupaten-Kota 2026, Ada yang Berkurang dan Bertambah

    Daftar Kuota Haji Provinsi Sulsel Per Kabupaten-Kota 2026, Ada yang Berkurang dan Bertambah

    • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 305
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Setelah kebijakan pemerataan jatah kuota jemaah haji oleh Kementerian Haji dan Umrah, sejumlah daerah kini mengalami penambahan kuota dan ada juga yang mengalami pengurangan kuota pada pemberangkatan haji 2026 mendatang. Saat ini, pemerintah telah menetapkan alokasi kuota haji reguler untuk musim 1447 H/2026 M. Khusus Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), terlihat perbedaan signifikan jumlah […]

    Bagikan Berita:
  • Ini Daftar Embarkasih Haji 2026, Ada Tambahan Embarkasih Baru di Yogyakarta

    Ini Daftar Embarkasih Haji 2026, Ada Tambahan Embarkasih Baru di Yogyakarta

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 309
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia telah menetapkan dua maskapai resmi untuk melayani penerbangan jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M. Mengutip informasi dari akun Instagram resmi @kemenhaj.ri, kedua maskapai tersebut adalah Garuda Indonesia dan Saudi Airlines, yang akan melayani total 204.362 jemaah dan petugas kloter dari 14 bandara embarkasi/debarkasi di […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Buka Kanal Kawal Haji untuk Respons Cepat Aduan Jamaah 2026 di Tanah Suci

    Kemenhaj Buka Kanal Kawal Haji untuk Respons Cepat Aduan Jamaah 2026 di Tanah Suci

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 23
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah sedang menyiapkan kanal untuk memperkuat pengawasan layanan haji pada tahun ini. Kementerian Haji dan Umrah akan mengoptimalkan kanal Kawal Haji sebagai pusat pengaduan resmi jamaah terkait berbagai persoalan penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci. Optimalisasi kanal Kawal Haji diarahkan untuk menampung laporan dari jamaah, keluarga jamaah, hingga masyarakat umum. Kanal ini disiapkan […]

    Bagikan Berita:
expand_less