Travel Imbau Calon Jemaah Tidak Panik, Umrah Tetap Berjalan dan Tidak Ada Larangan
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Sab, 7 Mar 2026
- visibility 9

Ketua AMPHURI Sulampua, Azhar Gazali
HAMRANEWS – Asosiasi penyelenggara perjalanan haji dan umrah mengimbau masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah agar tidak panik di tengah eskalasi konlik di Timur Tengah. Asosiasi juga menilai, pemerintah terlalu cepat meminta masyarakat menunda umrah, di saat kondisi di Haramain Arab Saudi cenderung aman.
Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Azhar Ghazali, menilai imbauan tersebut berdampak pada calon jemaah. Dampak juga dirasakan pelaku industri perjalanan umrah.
“Imbauannya terlalu dini sekali tanpa mempertimbangkan aspek lainnya,” kata Azhar dikutip dari IDN Times, Kamis 5 Maret 2026.
Menurut Azhar, sejumlah rute penerbangan memang terdampak konflik di beberapa negara Timur Tengah seperti Iran, Irak, hingga Qatar. Namun, penerbangan langsung dari Makassar ke Jeddah masih beroperasi normal.
“Makassar-Jeddah itu penerbangannya masih terbang semua,” katanya.
Azhar menyebut imbauan tersebut menimbulkan keraguan di kalangan calon jemaah, terutama mereka yang dijadwalkan berangkat pada akhir Ramadan. Padahal sebagian besar perjalanan untuk periode tersebut sudah hampir sepenuhnya dipersiapkan.
Menurutnya, tiket pesawat dan akomodasi di Arab Saudi telah dibayar penuh oleh penyelenggara perjalanan. Berbagai layanan lainnya juga sudah diselesaikan pembayarannya.
“Pesawatnya sudah full payment. Segala macam udah selesai. Tapi karena mereka dapat imbauan seperti itu sehingga mereka ragu untuk berangkat,” katanya.
Dia menilai penundaan keberangkatan tidak mudah diterapkan. Hal ini karena jadwal penerbangan tetap berjalan.
“Kalau dilakukan penundaan itu gak mungkin karena pesawat kan tetap terbang,” katanya.
Penerbangan dari Makassar masih berjalan
Menurut Azhar, hingga saat ini penerbangan umrah dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin masih beroperasi normal. Dia memperkirakan ratusan jemaah berpotensi berangkat pada periode akhir Ramadan.
Dia mencontohkan satu penerbangan umrah bisa membawa sekitar 400 penumpang. Jika terdapat dua penerbangan dalam satu periode, maka jumlahnya bisa mencapai lebih dari 800 jemaah.
“Khusus Sulsel aja. Penerbangan dari Bandara internasional Sultan Hasanuddin,” katanya.
Azhar juga mengimbau calon jemaah tetap tenang menghadapi situasi ini. Menurutnya, ibadah umrah masih bisa dilaksanakan selama otoritas Arab Saudi belum menutup akses ibadah di Masjidil Haram dan maskapai masih melayani penerbangan.
“Kalau mau berangkat silakan saja berangkat. Kan pemerintah masih memberi imbauan, belum keputusan final yang melarang untuk berangkat,” katanya.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



