Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » KPK Sita Dua Rumah ASN Kemenag dalam Pengusutan Kasus Kuota Haji

KPK Sita Dua Rumah ASN Kemenag dalam Pengusutan Kasus Kuota Haji

  • account_circle REDAKSI
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • visibility 486
  • print Cetak

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita aset dalam pengusutan kasus dugaan korupsi penyelenggaraan dan pembagian kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag).

Kali ini, dua rumah mewah di Jakarta Selatan yang diduga hasil jual beli kuota haji diamankan penyidik.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkap penyitaan dilakukan pada Senin, 8 September 2025. “Penyidik KPK telah melakukan penyitaan terhadap dua rumah yang berlokasi di Jakarta Selatan, dengan total nilai kurang lebih sebesar Rp6,5 miliar,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 September 2025.

Menurut dia, hunian tersebut dimiliki oleh seorang aparatur sipil negara (ASN) Kemenag yang bekerja di Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Rumah itu dibeli secara tunai pada 2024, dan diduga berasal dari fee hasil jual beli kuota haji.

Seperti diketahui, kasus korupsi ini berawal dari adanya pembagian kuota tambahan haji Indonesia tahun 2024 yang tidak sesuai aturan.

Dari tambahan 20 ribu kuota, seharusnya 92 persen diperuntukkan bagi haji reguler dan delapan persen untuk haji khusus. Namun, kuota tersebut justru dibagi rata, masing-masing 50 persen.

Skema menyimpang inilah yang diduga membuka peluang praktik jual beli kuota, sehingga sebagian pejabat Kemenag maupun pihak swasta mendapat keuntungan pribadi.

Sejauh ini, KPK sudah memeriksa banyak pihak, termasuk pejabat Kemenag dan penyedia jasa travel umrah. Salah satu yang dipanggil adalah penceramah Ustaz Khalid Basalamah untuk memberikan keterangan.

Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, juga sudah diperiksa pada 7 Agustus 2025. Ia mengaku bersyukur bisa memberikan klarifikasi.

“Alhamdulillah saya berterima kasih akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk mengklarifikasi segala hal, terutama yang terkait dengan pembagian kuota tambahan pada proses haji tahun 2024 yang lalu,” kata Yaqut di Gedung Merah Putih KPK.

Namun, Yaqut menolak membeberkan isi pemeriksaan. “Terkait materi saya tidak akan menyampaikan ya, mohon maaf kawan-kawan wartawan,” ujarnya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: REDAKSI

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luas Tempat Tidur Jemaah di Maktab Dinilai Sempit, Timwas DPR RI: Syarikah Tidak Manusiawi

    Luas Tempat Tidur Jemaah di Maktab Dinilai Sempit, Timwas DPR RI: Syarikah Tidak Manusiawi

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 532
    • 0Komentar

    SAUDI – Masalah tempat tidur jemaah haji saat tiba di Armuzna menjadi sorotan Tim Pengawas (Timwas) DPR RI. Syarikah atau perusahaan yang mengatur perjalanan jemaah haji, dinilai memaksakan jumlah kasur di Maktab Armuzna sehingga melebihi kapasitas. Ketua Timwas Haji DPR sekaligus Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal mengungkapkan, masalah kasur pada Maktab di Armuzna sangat […]

    Bagikan Berita:
  • Tidak Ada Haji Furoda Tahun 2026, Jangan Tertipu Tawaran Jalur Tidak Resmi

    Tidak Ada Haji Furoda Tahun 2026, Jangan Tertipu Tawaran Jalur Tidak Resmi

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 594
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi dipastikan tidak akan lagi membuka perjalanan haji jalur furoda. Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Haji Kementerian Agama Sulsel, Iqbal Ismail. Karena hal itu, Iqbal Ismail pun mengingatkan masyarakat agar tak tertipy iming-iming tawaran haji furoda dari pihak yang tidak bertanggung jawab. “Untuk haji Furoda, Kami harapkan warga Sulsel, […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Siapkan Tim Mobile Crisis Rescue di Kawasan Jamarat, Evakuasi Jemaah yang Kelelahan dan Sakit

    Kemenhaj Siapkan Tim Mobile Crisis Rescue di Kawasan Jamarat, Evakuasi Jemaah yang Kelelahan dan Sakit

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 209
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat, Mina, selama puncak pelaksanaan ibadah haji. Tim khusus ini disiapkan untuk membantu evakuasi jemaah yang mengalami kelelahan, sakit, tersesat, hingga kondisi darurat saat prosesi lontar jumrah berlangsung. Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan keberadaan MCR menjadi bagian penting dari […]

    Bagikan Berita:
  • Sikapi Pelanggaran Imigrasi, Saudi Berlakukan Masa Tenggang 30 Hari untuk Pemegang Visa Kedaluarsa

    Sikapi Pelanggaran Imigrasi, Saudi Berlakukan Masa Tenggang 30 Hari untuk Pemegang Visa Kedaluarsa

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 796
    • 0Komentar

    SAUDI – Direktorat Jenderal Imigrasi Arab Saudi, atau Jawazat, secara resmi mengimplementasikan kebijakan baru yang memberikan masa tenggang selama 30 hari bagi pemegang visa kunjungan yang telah melewati masa berlaku untuk meninggalkan wilayah Kerajaan. Kebijakan ini mulai efektif per 1 Muharram 1447 H atau 26 Juni 2025, dan mencakup seluruh jenis serta kategori visa kunjungan, […]

    Bagikan Berita:
  • Konflik Arab Saudi-Houthi Makin Memanas, Operasi Militer ke Kawasan Sekitar Laut Merah Disiapkan

    Konflik Arab Saudi-Houthi Makin Memanas, Operasi Militer ke Kawasan Sekitar Laut Merah Disiapkan

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 62
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Arab Saudi tengah menyiapkan opsi operasi militer besar-besaran terhadap kelompok Houthi di Yaman. Riyadh disebut ingin merebut kembali sejumlah wilayah strategis yang kini berada di bawah kendali kelompok yang didukung Iran tersebut, terutama kawasan sekitar jalur pelayaran Laut Merah. Rencana itu diungkap Reuters dengan mengutip sejumlah pejabat Teluk dan Yaman serta diplomat Barat. […]

    Bagikan Berita:
  • Umrah Mandiri Lagi-lagi Bermasalah, Jemaah Sudah Setor Rp700 Juta Tetiba Gagal Terbang

    Umrah Mandiri Lagi-lagi Bermasalah, Jemaah Sudah Setor Rp700 Juta Tetiba Gagal Terbang

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 400
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Peringatan bahaya umrah mandiri kini benar-benar terjadi. Seperti diketahui, iming-iming umrah secara mandiri tanpa melalui travel sebelumnya diprediksi akan memicu tingginya tingkat penipuan. Hal ini karena terjadi praktik ajakan umrah bersama-sama, tapi kenyataannya menghimpun uang, dikelola orang orang tertentu lalu berangkat secara kolektif, dan tentu saja ini adalah aktivitas yang ilegal. Baru-baru ini, […]

    Bagikan Berita:
expand_less