Kapal Pesiar Umrah Akan Singgah di Banda Aceh Sebelum Tiba di Jeddah
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Sab, 20 Des 2025
- visibility 113

HAMRANEWS – Berangkat umrah dengan kapal laut, biasanya dilakukan umat Islam pada era 1950-an. Berbeda dengan di masa kini, ketika umat Muslima hampir semuanya naik pesawat komersil yang trafiknya tinggi dan sudah ekonomis.
Kini, berangkat umrah dengan kapal laut kemungkinan mulai digandrungi lagi, bukan dengan susah payah berjuang menuju Tanah Suci. Tapi perjalanannya akan lebih menyenangkan, karena menggunakan kapal pesiar.
Kapal Pesiar berkonsep Syariah, milik Public Investment Fund Arab Saudi yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, sebelumnya telah diluncurkan pada 1 Oktober lalu.
Memulai rute dari Malaysia, Kapal Pesiar tersebut akan berlabuh di Banda Aceh, lalu singgah di Maladewa, Oman, lalu tiba di destinasi utama yakni Jeddah, Arab Saudi.
Berangkat umrah sambil wisata dengan perjalanan kurang lebih 14 hari 13 malam itu, melewati lima negara dengan menggunakan Kapal Aroya Cruise.
Project Director Islamic Cruise Malaysia Ab Rahman Mohd Ali mengatakan perjalanan ini menempuh rute dari Port Klang, Malaysia-Jeddah, Arab Saudi, selama 14 hari dan 13 malam. Kapal pesiar ini juga akan singgah di Aceh.
“Dulu pada 1950-an kakek-nenek kita naik haji menggunakan kapal laut, lalu naik pesawat. Sekarang kembali ke laut,” katanya dalam peluncuran perjalanan umrah dengan kapal pesiar di Jakarta, Rabu, 1 Oktober 2025 lalu.
Ia menambahkan, dalam perjalanan Port Klang-Jeddah, kapal pesiar akan singgah di tiga negara. Setelah dari Malaysia, kapal akan singgah ke Banda Aceh. Wisatawan akan turun ke daratan sekitar 8-10 jam.
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan sebelum kembali singgah di Male, Maladewa. “Di sana bisa menikmati pantai-pantai indah, air laut yang bening, melihat lumba-lumba, berenang, dan kalau ada waktu ke desa nelayan,” ujar Ab Rahman.
Dari Maladewa, kapal pesiar akan melanjutkan perjalanan ke Oman. Di Oman, wisatawan akan diajak menjelajahi budaya Islam dari kisah Nabi Ayub. Terakhir, kapal akan menuju Jeddah, Arab Saudi, untuk jemaah menjalankan ibadah umrah.
Ab Rahman mengatakan kapal ini didesain untuk perjalanan halal. Berbeda dengan kapal pesiar pada umumnya, Aroya tidak memiliki bar atau minuman beralkohol dan kasino.
“Ini pertama di dunia yang menyediakan menu halal. Biasanya di kapal pesiar, muslim harus antre di restoran halal yang hanya ada dua atau tiga dalam satu kapal. Tapi ini semua restorannya halal,” tuturnya. Di kapal ini terdapat 27 restoran.
CEO Islamic Cruise International Suhaimi Abd Gafer mengatakan perjalanan wisata umrah dengan kapal pesiar ini sudah mendapat izin berlabuh di negara-negara yang akan disinggahi. Pemberangkatan terdekat dari Malaysia pada 3-16 Februari 2026.
Untuk menikmati perjalanan umrah dengan kapal pesiar ini, wisatawan dikenai biaya Rp 58 juta per orang. Tapi, dalam tiga bulan pertama, ada promo seharga Rp 78 juta untuk dua orang. Wisatawan Indonesia yang akan mengikuti perjalanan ini bisa memilih pemberangkatan dari Malaysia atau Banda Aceh dengan tiket pesawat yang ditanggung.
Diketahui, pelayaran Kapal Cruise tersebut akan dilakukan dalam waktu paling dekat, yakni selama tanggal 3-16 Februari 2026, start dari Port Klang, Selangor, Malaysia.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



