Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah » Klarifikasi Owner Travel yang Viral 44 Jemaahnya Telantar di Hotel Makkah

Klarifikasi Owner Travel yang Viral 44 Jemaahnya Telantar di Hotel Makkah

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
  • visibility 177
  • print Cetak

HAMRANEWS – Pemilik Mitra Travel, yang sebelumnya dikabarkan diduga menelantarkan 44 jemaahnya (mayoritas dari Parepare dan Makassar) di Makkah, Arab Saudi, menyampaikan klarifikasi.

Pihak travel membantah puluhan jemaah itu telantar, namun jadwal pemulangan molor karena pihak maskapai membatalkan penerbangan imbas perang.

“Ini qadarullah, ada krisis internasional dan perang saat kami sudah di Makkah. Harga tiket sekarang meroket dan kursi sangat terbatas. Kalaupun ada uang, belum tentu ada kursi,” kata Mitra Travel, Risma kepada detikSulsel, Minggu 5 April 2026 dikutip dari detikdotcom.

Dia mengakui jadwal kepulangan para jemaah itu molor selama dua pekan. Namun dia membantah puluhan jemaah itu telantar karena sampai saat ini para jemaah ditampung di hotel agar tetap beribadah dengan tenang.

“Jemaah masih saya simpan di hotel di Makkah, bukan di Jeddah. Saya ingin mereka tenang beribadah, bisa umrah Syawal sambil menunggu tiket. Kalau saya masa bodoh, pasti sudah saya lepas. Tapi ini saya pakai hati kemanusiaan meski keuangan saya sangat terbatas,” bebernya.

Risma pun menjelaskan terkait keputusannya mengambil alih program Umrah Full Ramadan dan memberangkatkan 44 jemaah tersebut. Dia menuturkan persoalan jemaah ini muncul dari sengketa keuangan di pihak travel pertama, yakni Brinis Ibad Jaya (BIJ).

“Saya berani mengambil alih Full Ramadan ini karena ada janji uang senilai Rp 480 juta. Tapi begitu saya cek untuk kepulangan jemaah, katanya uang tersebut sudah dihanguskan oleh pihak travel awal,” terang Risma.

Dia menegaskan, kepulangannya ke tanah air lebih awal untuk mengejar kejelasan uang jemaah yang telah dilunasi ke pihak BIJ. Namun dia mendapat kabar bahwa uang muka di travel awal telah habis.

“Saya mau urus uang itu. Saya kaget ternyata sudah dihanguskan, padahal itu hak jemaah yang sudah lunas di awal. Saya tidak kenal siapa owner-nya (BIJ). Saya hanya beli akses Siskopatuh (travel lainnya) agar jemaah bisa berangkat resmi sesuai aturan Kemenag,” jelasnya.

Risma mengungkapkan, membeli tiket baru bukan perkara mudah. Selain ketersediaan kursi yang sangat terbatas, harganya pun melonjak hingga berkali-kali lipat dari harga normal.

“Harga tiket sekarang meroket. Kalaupun ada uang, belum tentu ada kursi. Keuangan saya terbatas karena uang Rp 480 juta itu belum saya terima,” katanya.

“Seandainya uang itu ada, biar harga tiket Rp 20 juta pun saya beli demi memulangkan jemaah, daripada saya harus bayar hotel terus setiap hari di sana,” tambahnya.

Terkait isu jemaah hanya dibekali tiket berangkat tanpa tiket pulang, Risma membantah. Menurutnya, secara regulasi, mustahil seorang jemaah bisa mengantongi visa umrah dan lolos dari imigrasi jika tidak memiliki bukti tiket kepulangan.

“Tidak mungkin visa keluar kalau tidak ada tiket pulang. Kalau tidak ada, pasti sudah ditahan di imigrasi sejak awal. Saya punya buktinya, tiket kepulangan itu ada,” katanya.

Saat ini, Risma mengaku hanya bisa menunggu kepulangan mitra lainnya, Haji Bashira, untuk bersama-sama menyelesaikan sengkarut dana di travel awal. Sehingga 44 jemaah tersebut bisa segera kembali ke pelukan keluarga.

“Saya hanya menunggu Haji Bashira pulang. Saya tidak punya wewenang langsung ke travel (BIJ) itu karena yang bekerja sama adalah beliau. Saya hanya berharap ada solusi agar jemaah bisa segera pulang ke tanah air,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, 44 jemaah umrah tersebut telantar di Makkah, Arab Saudi, akibat dugaan penipuan oleh pihak travel. Puluhan jemaah tersebut hingga kini terkatung-katung tanpa kepastian tiket pulang dan terancam diusir dari penginapan.

“Hotel selalu menagih kami dan tadi malam masih terjadi penyitaan kunci kamar karena belum dibayar oleh pihak travel Haji Risma,” ujar salah satu jemaah, Haji Aminah, saat dihubungi Kemenhaj Parepare, Kamis (2/4).

Aminah menjelaskan, rombongannya yang menunaikan umrah itu berasal dari Parepare dan Makassar. Dirinya bersama 10 orang merupakan warga Makassar dan lainnya itu dari Parepare.

“Saya orang Makassar, cuma gabung dengan orang Parepare. Saya sepuluh orang dari Makassar,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, kondisi mental para jemaah kini sangat terguncang. Pasalnya mereka merasa terancam dan tidak memiliki perlindungan di tanah suci.

“Tidak pernah ada kepastian sama sekali dari pihak kementerian, kami bingung mau sampai kapan berada dalam kondisi begini kodong (kasihan) seperti ini,” keluh Aminah.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Illustrasi wanita lansia Indonesia sedang menatap layar ponselnya. Kebijakan war tiket dinilai akan merugikan pihak yang sulit mengakses internet, termasuk lansia.

    Polemik Jika ‘War Ticket’ Haji Diterapkan, Akses Internet Belum Merata Memicu Ketidakadilan

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 153
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Ketua Komisi Nasional Haji, Mustolih Siradj, menilai pemerintah masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) krusial jika ingin menerapkan sistem ‘war ticket’ dalam penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Menurut Mustolih, aspek paling mendasar yang harus dibenahi adalah kekuatan sistem teknologi informasi (IT). Ia mengingatkan, skema “war ticket” berpotensi memicu lonjakan akses secara masif dalam […]

    Bagikan Berita:
  • Prosedur Lunas Tunda Ganti Haji Khusus Resmi Ditutup demi Keadilan Antrean

    Prosedur Lunas Tunda Ganti Haji Khusus Resmi Ditutup demi Keadilan Antrean

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 324
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi menutup mekanisme ‘lunas tunda ganti’ dalam penyelenggaraan haji khusus. Kebijakan ini menunjukkan keseriusan dalam tata kelola keberangkatan jemaah, khususnya dalam memberi keadilan pada antrean haji. Sebelumnya, skema lunas tunda ganti memungkinkan jemaah yang telah melunasi biaya haji khusus untuk menunda keberangkatan dan posisinya digantikan dengan nama lain, […]

    Bagikan Berita:
  • Pemerintah Saudi Tawarkan Proyek Jembatan Penyeberangan ke Sejumlah Investor

    Pemerintah Saudi Tawarkan Proyek Jembatan Penyeberangan ke Sejumlah Investor

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 404
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah Arab Saudi di Madinah, membuka peluang investasi baru berupa pembangunan enam jembatan penyeberangan di sejumlah titik vital. Proyek ini tak hanya mencakup pembangunan, tetapi juga pengoperasian, perawatan, hingga pemasangan papan iklan pintar di lokasi strategis. Dilansir dari theislamicinformation, enam lokasi yang ditetapkan antara lain Jalan King Abdullah di depan pasar sentral, Jalan […]

    Bagikan Berita:
  • Masyarakat Kini Harus Waspada Penawaran Haji Langsung Berangkat Tanpa Antre

    Masyarakat Kini Harus Waspada Penawaran Haji Langsung Berangkat Tanpa Antre

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 324
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ada jutaan orang yang antre untuk berangkat haji, dengan kuota lebih dari 200 ribu orang per tahun. Untuk itu, akan sulit menerima begitu saja penawaran paket haji yang langsung berangkat atau tanpa antre. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) telah masyarakat untuk mewaspadai tawaran keberangkatan ‘Haji Tanpa Antre’ yang belakangan ini […]

    Bagikan Berita:
  • Pasutri Terjerat Kasus Penipuan Umrah di Gowa, Berprofesi ASN dan Pensiunan TNI

    Pasutri Terjerat Kasus Penipuan Umrah di Gowa, Berprofesi ASN dan Pensiunan TNI

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 232
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Aparat kepolisian Resort Gowa dibantu Tim Opsnal Satreskrim Polresta Malang membekuk pasangan suami istri pelaku penggelapan dana umrah dan haji asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, di Kota Malang, Jawa Timur. Keduanya ditangkap di Kecamatan Sukun, Malang, ditahan di Polres Gowa dan ditetapkan tersangka. Kepala Unit (Kanit) III Tipidter Polres Gowa Ipda Nova Tanjung […]

    Bagikan Berita:
  • Capai Angka Fantastis, 17,5 Juta Orang Salat di Masjidilharam Dalam Sebulan

    Capai Angka Fantastis, 17,5 Juta Orang Salat di Masjidilharam Dalam Sebulan

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 394
    • 0Komentar

    SAUDI – Jumlah pengunjung Dua Masjid Suci di Arab Saudi kembali memecahkan angka yang luar biasa. Selama bulan Rabiul Awal 1447 H, tercatat lebih dari 53,5 juta orang beribadah di Masjidil Haram, Makkah, dan Masjid Nabawi, Madinah. Data ini diumumkan oleh Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada Jumat 27 September 2025. […]

    Bagikan Berita:
expand_less