Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Baso Tang, Imam Tunanetra Asal Pulau Kecil di Sinjai yang Namanya Diabadikan Jadi Masjid di Arab Saudi

Baso Tang, Imam Tunanetra Asal Pulau Kecil di Sinjai yang Namanya Diabadikan Jadi Masjid di Arab Saudi

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 234
  • print Cetak

HAMRANEWS – Di tengah jutaan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia, kisah seorang pria tunanetra asal pulau kecil di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mencuri perhatian rombongan kerajaan Arab Saudi. Bukan karena kekayaan, jabatan, ataupun popularitas, melainkan karena keteguhan pengabdiannya sebagai imam masjid selama puluhan tahun dalam keterbatasan.

Saifuddin H M Abd Muin Saideng, yang akrab disapa Baso Tang, tak pernah membayangkan perjalanan hajinya tahun ini akan menjadi pengalaman paling mengharukan dalam hidupnya. Di Tanah Suci, namanya disebut akan diabadikan menjadi nama sebuah masjid wakaf di Arab Saudi, sebuah penghormatan yang sangat jarang diberikan kepada jemaah biasa.

“Saya selalu menangis kalau ingat itu,” ujar pria berusia 56 tahun tersebut dengan suara bergetar di lobi hotel jemaah Indonesia kawasan Jarwal, Makkah, seperti dilansir Media Center Haji (MCH), Minggu (24/5/2026).

Tangis haru Baso Tang pecah saat mengetahui pemerintah Arab Saudi berencana membangun masjid atas namanya sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya sebagai imam tunanetra. Kisah ini bukan hanya menyentuh hati jemaah Indonesia, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ketulusan pengabdian tetap mendapat tempat istimewa di hati umat Islam.

Pertemuan Tak Terduga di Lobi Hotel

Baso Tang datang ke Tanah Suci sebagai jemaah reguler Kloter UPG 17 bersama saudara kandung dan iparnya. Namun, takdir seolah menyiapkan kejutan besar setelah salat Isya di hotel tempat jemaah Indonesia menginap.

Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIH) Kloter UPG 17, Faried Wajdi, menceritakan bahwa malam itu sejumlah pria Arab terlihat menunggu penerjemah di lobi hotel. Mereka memperkenalkan diri sebagai bagian dari unsur kerajaan Arab Saudi yang mencari jemaah tertua laki-laki dan perempuan untuk diberikan penghormatan dan hadiah penyambutan.

Situasi berubah ketika Faried memperkenalkan Baso Tang kepada rombongan tersebut.

“Saya bilang, beliau jemaah kami, tunanetra dan imam masjid,” kata Faried.

Keterangan itu sontak menarik perhatian mereka. Baso Tang kemudian diminta membaca Alquran di hadapan para jemaah yang mulai berkumpul di lobi hotel. Dengan suara pelan dan tenang, ia melantunkan Surah Al-Ashr.

“Saya baca surah pendek saja karena sudah banyak orang berkumpul. Takut lama,” tutur Baso Tang.

Menurut Faried, rombongan Arab tampak tersentuh setelah mengetahui Baso Tang tetap menjadi imam masjid selama puluhan tahun meski kehilangan penglihatannya secara total. Tak lama berselang, mereka menyampaikan niat membangun sebuah masjid wakaf atas nama Saifuddin.

Awalnya Faried mengira rombongan tersebut meminta donasi dari jemaah Indonesia. Namun penjelasan berikutnya justru membuat semua yang hadir terdiam haru.

“Mereka bilang, uangnya dari pemerintah Arab Saudi, sementara masjidnya atas nama beliau,” ungkap Faried.

Masjid tersebut direncanakan dibangun di Arab Saudi, dengan kemungkinan lokasi di Madinah. Pihak kerajaan disebut akan kembali menemui rombongan sebelum kepulangan jemaah Indonesia.

Pengabdian Sunyi Selama Empat Dekade

Bagi warga Pulau Kambuno, Kecamatan Pulau Sembilan, Sinjai, Baso Tang bukan sosok asing. Sejak 1985, saat usianya baru sekitar 16 tahun, ia dipercaya menjadi imam tetap Masjid Baburrahman. Amanah itu dijalankannya tanpa henti selama 41 tahun.

“Menjadi imam ini amanah dari orang tua,” katanya.

Baso Tang sebenarnya lahir dengan penglihatan normal. Namun menjelang masuk SMP pada 1981, matanya mulai mengalami gangguan. Dari sekadar bengkak dan gatal, penglihatannya perlahan mengabur hingga akhirnya hilang total pada 1997.

Meski demikian, kehilangan penglihatan tidak pernah menghentikan langkah pengabdiannya.

“Tidak. Sama sekali tidak. Saya pasrah saja. Mungkin sudah takdir,” ujarnya saat ditanya apakah pernah marah karena kehilangan penglihatan.

Setiap hari, ia tetap berjalan sendiri menuju masjid tanpa tongkat. Rumahnya hanya berjarak beberapa rumah dari masjid, dan ia menghafal jalan dengan meraba pagar sepanjang lorong.

Dalam keterbatasan, Baso Tang justru semakin dekat dengan Alquran. Ia menghafal juz amma dan sejumlah surah dengan mendengarkan kaset murattal dari tape recorder tua, mengulang ayat demi ayat hingga melekat di ingatan.

Kini, hafalannya membuat banyak jemaah kagum. Bahkan selama di Makkah, ia kembali dipercaya menjadi imam salat bagi rombongan jemaah Sinjai di hotel tempatnya menginap.

Di kampung halaman, Baso Tang hidup sederhana dari warung kecil yang menjual gas elpiji, bensin eceran, beras, dan kebutuhan harian warga. Honor sebagai imam masjid hanya sekitar Rp200 ribu per bulan. Biaya hajinya ia kumpulkan perlahan melalui hasil berdagang dan arisan selama enam tahun.

Kini, lelaki sederhana dari pulau kecil di Sinjai itu mungkin tak lagi mampu melihat dunia dengan matanya. Namun dunia justru sedang memandangnya dengan penuh hormat. Di tengah zaman yang sering mengukur kehormatan dari popularitas dan materi, kisah Baso Tang menjadi pengingat bahwa ketulusan pengabdian masih memiliki tempat paling mulia di hati umat Islam.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penerbangan Umrah Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Kemenhaj Imbau Jemaah Tetap Tenang

    Penerbangan Umrah Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Kemenhaj Imbau Jemaah Tetap Tenang

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 74
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Aktivitas vulkanik Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta sejak Minggu, 6 September 2026. Kondisi tersebut turut memengaruhi perjalanan sejumlah jemaah umrah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI langsung mengambil langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan sekaligus pelayanan dan perlindungan bagi jemaah yang terdampak. Kemenhaj meminta seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), […]

    Bagikan Berita:
  • Modus Praktik Rente dalam Antrean Haji: Suami Meninggal Digantikan Orang yang Berpura-pura sebagai Mahram

    Modus Praktik Rente dalam Antrean Haji: Suami Meninggal Digantikan Orang yang Berpura-pura sebagai Mahram

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 495
    • 0Komentar

    JAKARTA – Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah, mengungkapkan, praktik rente masih banyak terjadi dalam penyelenggaraan haji. Dia mencontohkan, salah satunya adalah praktik penggantian mahram. Dahnil mengungkapkan, ketika seorang suami istri terdaftar dalam antrean haji, lalu si suami meninggal dunia, ada oknum yang memanfaatkan masalah ini. Suami yang meninggal dunia tersebut, digantikan oleh […]

    Bagikan Berita:
  • Presiden Prabowo Minta Badan Penyelenggara Haji Berantas Kartel, Berangkat ke Tanah Suci Tanpa Manipulasi

    Presiden Prabowo Minta Badan Penyelenggara Haji Berantas Kartel, Berangkat ke Tanah Suci Tanpa Manipulasi

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 501
    • 0Komentar

    SAUDI – Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH), yang juga merupakan mantan Juru Bicara Prabowo Subianto saat menjabat Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut praktik kartel dalam penyelenggaraan haji harus diberantas. Dia menyebut, terjadi praktik kartel dalam pelaksanaan ibadah haji Indonesia, sehingga Prabowo Subianto ingin praktik itu dihilangkan. “Mau ada yang marah atau tidak, terserah […]

    Bagikan Berita:
  • Multi Syarikah Tetap Layak Diterapkan Tahun Depan, Wamenag: Pembagiannya Per Emberkasih

    Multi Syarikah Tetap Layak Diterapkan Tahun Depan, Wamenag: Pembagiannya Per Emberkasih

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 494
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Menteri Agama RI, Romo HR Muhammad Syafi’i, menilai sistem multi syarikah dalam layanan jamaah haji tetap layak dipertahankan, namun sebaiknya ditata ulang secara menyeluruh agar lebih efektif dan tepat sasaran. “Kita bekerja tanpa batas waktu. Penanganan sistem multi syarikah menjadi perhatian penting karena Presiden Prabowo tidak menginginkan adanya monopoli. Sistem ini akan […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Haji Diimbau Patuhi Protokol Kesehatan, Antisipasi Virus dari Luar

    Jemaah Haji Diimbau Patuhi Protokol Kesehatan, Antisipasi Virus dari Luar

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 474
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Keluarga penjemput dan Jemaah yang tiba di Bandara Sultah Hasanuddin Makassar, diminta untuk mematuhi protokol kesehatan. Hal ini mengingat mulai meningkatnya penyebaran MERS-CoV, khususnya di Arab Saudi di tengah momen pelaksanaan haji 2025. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Sinjai H. Faried Wajedi mengimbau seluruh Panitia / Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) serta Masyarakat […]

    Bagikan Berita:
  • Foto-foto: Momen Presiden Prabowo Subianto Melakukan Ibadah Umrah saat ke Arab Saudi photo_camera 6

    Foto-foto: Momen Presiden Prabowo Subianto Melakukan Ibadah Umrah saat ke Arab Saudi

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 595
    • 0Komentar

    PRESIDEN Prabowo Subianto menunaikan ibadah umrah setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi di Jeddah. Prabowo menunaikan ibadah umrah bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Setibanya di Masjidil Haram, Presiden turut menyapa para jemaah asal Indonesia yang sedang beribadah di tanah suci. Masjidil Haram, Makkah, Kerajaan Arab Saudi, 2 Juli 2025. Foto: […]

    Bagikan Berita:
expand_less