Dubes Saudi untuk RI Pastikan Tanah Suci Tetap Aman, Haji 2026 Berjalan Sesuai Jadwal
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 6

HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi memastikan kondisi keamanan nasional tetap stabil di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Kepastian ini menjadi kabar menenangkan bagi jutaan calon jemaah haji dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/3/2026).
“Kami ingin menyampaikan bahwa Kerajaan Arab Saudi, alhamdulillah sampai saat ini negaranya aman,” ujarnya.
Menurut Faisal, keamanan di dua kota suci, yakni Makkah dan Madinah (Haramain), tetap terjaga dan berada jauh dari wilayah konflik. Hal ini memastikan seluruh rangkaian ibadah haji tetap dapat dilaksanakan tanpa gangguan.
Dalam beberapa pekan terakhir, kawasan Timur Tengah memang menjadi sorotan global akibat meningkatnya ketegangan, terutama terkait dinamika hubungan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Situasi geopolitik yang memanas tersebut sempat memicu kekhawatiran, termasuk di sektor perjalanan internasional.
Sejumlah maskapai diketahui melakukan penyesuaian rute penerbangan, bahkan membatalkan beberapa jadwal tertentu sebagai langkah mitigasi, khususnya pada jalur yang melintasi wilayah konflik. Kondisi ini turut menimbulkan kecemasan di kalangan calon jemaah haji yang bergantung pada transportasi udara menuju Tanah Suci.
Meski demikian, Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa wilayahnya tetap aman dan kondusif. Faisal juga memastikan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 akan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Berkaitan dengan haji ini, semuanya akan berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah digariskan oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan insyaAllah berjalan lancar,” katanya.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa penyelenggaraan ibadah haji sebagai agenda tahunan umat Islam dunia tetap menjadi prioritas utama yang dijaga penuh oleh otoritas Saudi.
Di sisi lain, dampak konflik tetap dirasakan secara tidak langsung, terutama dalam aspek teknis perjalanan. Penyesuaian jadwal penerbangan, perubahan rute, hingga peningkatan kewaspadaan di sektor transportasi menjadi bagian dari langkah antisipasi yang dilakukan berbagai pihak.
Pemerintah Indonesia bersama para penyelenggara perjalanan ibadah haji pun terus memantau perkembangan situasi global, sekaligus menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



