Seleb Taqy Malik Diduga Mark Up Wakaf Mushaf Alquran di Saudi, Screenshoot Percakapannya Beredar
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Sen, 16 Feb 2026
- visibility 85

HAMRANEWS – Nama Taqy Malik kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, ia diduga melakukan mark up dalam program wakaf mushaf Alquran di Tanah Suci.
Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul tudingan bahwa mushaf Alquran yang diwakafkan dijual dengan harga jauh di atas pasaran.
Taqy diketahui mengajak para followersnya menyumbang Mushaf Alquran seharga 80 Riyal per eksamplar, untuk dibagikan di Tanah Suci. Namun, diketahui harga pasaran mushaf cuma berkisar 30 riyal bahkan paling mahal 50 riyal.
Selain itu, netizen juga mengungkapkan, sedekah mushaf di Saudi khususnya di Masjidil Haram dan Nabawi, tidak begitu perlu, karena Saudi selalu menyiapkan mushaf gratis.
Menanggapi tudingan itu, Taqy Malik sempat memberikan klarifikasi langsung. Ia membantah keras bahwa dirinya menjual mushaf Alquran seharga 80 riyal per eksemplar.
“Satu-satu ya gue bahas. Ini gue bukan jual mushaf 80 riyal. Gue cuma nanya iseng sama abang yang di depan Nabawi, harga mushaf sekarang berapa. Dia yang bilang 80 riyal, bukan gue,” ujar Taqy.
Ia juga menegaskan bahwa angka tersebut dipelintir dan diframing seolah-olah dirinya menjual mushaf dengan harga tinggi. Menurut Taqy, jika 80 riyal dikonversi ke rupiah, nilainya sekitar Rp360 ribu, sementara mushaf yang ia salurkan justru berada di kisaran Rp330 ribu.
“Kalian hitung sendiri. Kalau 80 riyal itu Rp360 ribu, sedangkan gue Rp330 ribu. Terus mark up di mana?” tegasnya.
Namun jawaban ini masih sulit membantah tudingan tour guide umrah bernama Randy Permana. Lewat media sosial, Randy mengungkap screenshoot percakapan Taqy dengan seseorang terkait pembelian mushaf Al-Quran, yang harganya cuma berkisar 25 atau 30 riyal.
Sedekah Makanan Ikut Disinggung
Randy Permana bukan cuma menyinggung wakaf mushaf Alquran, melainkan juga terkait sedekah makanan.
Menurut Randy, Taqy pernah dicari oleh aparat keamanan setempat karena diduga menjual sedekah.
Ia menjelaskan, harga sedekah makanan di Arab Saudi umumnya berkisar antara 8 hingga 15 riyal per boks, atau sekitar Rp50 ribuan jika dirupiahkan.
“Dia membuka sedekah makanan, tapi dengan harga Rp100 ribu per boks,” kata Randy dalam wawancara virtual pada Jumat, 13 Februari 2026.
Randy menambahkan bahwa secara hukum di Arab Saudi, penggalangan donasi atau sedekah secara online di luar otoritas resmi pemerintah merupakan tindakan ilegal.
“Di Saudi sedekah itu boleh. Tapi tidak boleh dijual, tidak boleh dikomersialkan, dan tidak boleh didokumentasikan secara berlebihan, apalagi dijual online,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa Taqy Malik diduga mengetahui dirinya sempat dicari aparat. Saat itu, Taqy yang sedang berada di Tanah Suci disebut berpindah-pindah hotel.
Seiring waktu, kasus tersebut disebut mereda dan menguap begitu saja. Randy menyebut, mantan suami Salmafina Sunan itu tidak lagi mempromosikan program sedekah makanan seperti sebelumnya.
Hingga kini, polemik terkait dugaan mark up wakaf mushaf Alquran dan penjualan sedekah tersebut masih memantik perdebatan publik, dengan masing-masing pihak menyampaikan versinya sendiri.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



