Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » DPR RI Tolak Penempatan Jemaah Haji RI di Mina Jadid: Tidak Layak dan Jauh dari Kawasan Utama

DPR RI Tolak Penempatan Jemaah Haji RI di Mina Jadid: Tidak Layak dan Jauh dari Kawasan Utama

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • visibility 454
  • print Cetak

HAMRANEWS – Anggota Komisi VIII DPR RI melarang keras penempatan jemaah haji Indonesia di Mina Jadid pada musim haji 2026. Alasannya jelas: lokasi tersebut dianggap tak layak dan jauh dari kawasan utama pelaksanaan ibadah haji.

Wakil Ketua Komisi VIII, Abdul Wachid, bahkan menilai kebijakan itu sebagai kemunduran dalam pelayanan haji. Ia meminta Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk menolak opsi Mina Jadid yang dinilai hanya akan menyulitkan jemaah. “Apakah 203 ribu jemaah reguler sudah pasti dapat tempat di Mina blok 3 blok 4, apakah ini sudah pasti?” tanya Wachid dalam rapat kerja bersama Kemenhaj di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pekan lalu.

“Kalau tidak dapat, solusinya apa? Kalau saya dengar bapak akan ditawari, dipaksa untuk Mina Jadid, langkah mundur ini,” sambungnya.

Menurut Wachid, penempatan jemaah di lokasi itu justru berpotensi memancing kemarahan Presiden Prabowo Subianto.

“Pak Prabowo akan lebih marah lagi Presiden, ‘Gunanya apa kalian saya bentuk Menteri Haji?’” ujarnya.

Mina Jadid Dinilai Tidak Layak dan Terlalu Jauh

Mina Jadid sebenarnya merupakan area perluasan yang disiapkan otoritas Arab Saudi untuk menampung kelebihan jemaah. Namun, kawasan ini berada di luar batas utama Mina dan Jamarat, tempat jamaah melempar jumrah saat puncak ibadah haji.

Kondisinya pun jauh dari ideal. Wilayah itu padat, kurang fasilitas seperti toilet dan dapur umum, serta berjarak sekitar 3 kilometer dari area utama Mina.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menegaskan penolakannya terhadap rencana penempatan di sana.

“Kami menolak penempatan jemaah (haji Indonesia) di Mina Jadid. Itu bukan bagian dari kawasan Mina secara syar’i, dan fasilitas di sana juga belum layak,” tegasnya.

“Pemerintah harus memperjuangkan agar jemaah kita mendapat tempat yang benar-benar sesuai dengan ketentuan dan kondisi yang manusiawi,” sambungnya.

Marwan menilai, persoalan Mina Jadid bukan sekadar soal jarak, tapi soal hak jemaah atas fasilitas yang layak. Ia mengingatkan, jamaah Indonesia sudah menanggung biaya besar dan berhak atas pelayanan yang memadai — terutama pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Jemaah kita menempuh perjalanan panjang dan biaya yang besar. Maka, negara wajib hadir memperjuangkan hak mereka untuk bisa beribadah dengan nyaman dan sesuai tuntunan. Tidak boleh ada pembiaran terhadap penempatan yang jauh atau tidak sesuai standar,” ujar Legislator Fraksi PKB itu.

Marwan juga mendesak Kemenhaj agar bernegosiasi lebih keras dengan otoritas Arab Saudi, demi memastikan kuota tenda Indonesia ditempatkan di kawasan utama Mina, bukan di luar batas syar’i.

Selain itu, DPR meminta adanya peningkatan fasilitas, seperti tenda berpendingin, sanitasi layak, dan distribusi makanan serta air yang lebih baik.

“Kita tidak ingin ada lagi jemaah yang harus berjalan terlalu jauh dari tenda ke area lontar jumrah. Pemerintah harus memastikan penataan fasilitas ini betul-betul berpihak pada jemaah,” tandasnya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • 46.500 Jemaah Reguler Sudah Lunasi Biaya Haji 2026

    46.500 Jemaah Reguler Sudah Lunasi Biaya Haji 2026

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Terkini, Jakarta – Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) untuk musim haji 2026 tengah berjalan, dan data terbaru menunjukkan perkembangan yang menarik. Dari total kuota jemaah haji reguler sebanyak 201.585 orang, 46.500 calon jemaah sudah melunasi Bipih, atau sekitar 23,07 persen. Sementara itu, 83.882 jemaah reguler sudah memenuhi syarat kesehatan (istitaah). Di sisi lain, progres pelunasan […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Lempar Wacana Skema Naik Haji Jalur ‘War Tiket’

    Kemenhaj Lempar Wacana Skema Naik Haji Jalur ‘War Tiket’

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 314
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melempar wacana naik haji dengan skema seperti sistem lama sebelum keberadaan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Wacana ini dilempar terkait dengan antrean keberangkatan haji yang kini mencapai 26 tahun. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyebut, pemerintah tengah mengkaji berbagai opsi untuk mengatasi panjangnya daftar tunggu, termasuk skema baru […]

    Bagikan Berita:
  • Ditjen Kemenag Segera Bergeser ke Kementerian Haji dan Umrah

    Ditjen Kemenag Segera Bergeser ke Kementerian Haji dan Umrah

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 449
    • 0Komentar

    JAKARTA – Setelah DPR mengesahkan UU Haji dan Umrah, sejumlah perubahan besar bakal terjadi. Salah satunya, anggaran haji yang selama ini dikelola Kementerian Agama (Kemenag) akan beralih ke Kementerian Haji dan Umrah. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief menegaskan, alokasi dana itu sudah masuk dalam skenario penganggaran. “Kan sudah disiapkan juga. Disampaikan juga […]

    Bagikan Berita:
  • Gus Irfan: Yang Mendaftar Tahun 2014-2016 Berangkat Haji Tahun Ini, Rata-rata Menunggu 15 Tahun

    Gus Irfan: Yang Mendaftar Tahun 2014-2016 Berangkat Haji Tahun Ini, Rata-rata Menunggu 15 Tahun

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 141
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan, menyebut calon jemaah yang berpeluang berangkat pada musim haji tahun ini berasal dari mereka yang telah mendaftar sejak 2014 hingga 2016. Pernyataan tersebut disampaikan Gus Irfan usai mengikuti Rapat Rencana Kerja dan Anggaran bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa 1 September […]

    Bagikan Berita:
  • Masih Ada 34 Jemaah Haji Indonesia Dirawat di Arab Saudi, Kemenhaj Terus Lakukan Pendampingan

    Masih Ada 34 Jemaah Haji Indonesia Dirawat di Arab Saudi, Kemenhaj Terus Lakukan Pendampingan

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 147
    • 0Komentar

    JAKARTA – Meski operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi telah resmi berakhir, masih terdapat 34 jemaah haji Indonesia yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi. Data terbaru tersebut disampaikan Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Hasan Afandi. Jumlah itu berkurang setelah sebagian jemaah yang sebelumnya dirawat telah dipulangkan ke […]

    Bagikan Berita:
  • Penerbangan Murah dari Arab Saudi Buka Rute Makassar-Jeddah Mulai 12 November

    Penerbangan Murah dari Arab Saudi Buka Rute Makassar-Jeddah Mulai 12 November

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 920
    • 0Komentar

    JAKARTA – Makassar menjadi target Maskapai Penerbangan Berbiaya Rendah (Low-Cost Carrier/LCC) dari Arab. Maskapai bernama Flyadeal, akan membuka penerbangan perdana menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG) pada 12 November 2025. Penerbangan perdana Flyadeal dijadwalkan mendarat pada pukul 23.00 WITA, dan akan kembali berangkat menuju Arab Saudi pada 13 November 2025 pukul 04.00 WITA. Momen ini […]

    Bagikan Berita:
expand_less