Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Dahnil Anzar Simanjuntak Ungkap ‘Kartel Haji’ yang Sudah Kompleks Sejak Lama dan Sulitnya Dibereskan

Dahnil Anzar Simanjuntak Ungkap ‘Kartel Haji’ yang Sudah Kompleks Sejak Lama dan Sulitnya Dibereskan

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sen, 22 Des 2025
  • visibility 175

JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan alasan dirinya harus menggunakan istilah ‘Kartel Haji’ untuk mengungkapkan adanya pelaku praktik kecurangan atau fraud dalam penyelenggaraan haji di Indonesia selama ini.

Dalam wawancara di salah satu televisi swasta, dia mengungkpakan bahwa istilah tersebut bukan dimaksudkan untuk menodai kesucian ibadah haji, melainkan sebagai ungkapan kegelisahan dan emosi atas praktik-praktik kotor yang dilakukan oleh oknum dalam lingkaran penyelenggaraan perhajian.

Dahnil mengungkapkan, sejak awal penggunaan diksi “kartel haji”, ia mendapat banyak protes, terutama dari kelompok keagamaan.
Penolakan itu muncul karena istilah kartel selama ini identik dengan kejahatan terorganisir, sementara haji merupakan ibadah yang suci.

“Saya ketika menggunakan diksi kartel itu diprotes banyak orang, terutama kelompok agama. Karena konotasi haji itu kan ibadah yang baik, tapi kemudian saya dekatkan dengan istilah kartel,” ujar Dahnil.

Ia menegaskan bahwa istilah tersebut lahir dari luapan emosi dan keprihatinan mendalam. Menurutnya, sangat ironis ketika urusan ibadah yang sakral justru dikelola dengan cara-cara yang tidak bermoral.

“Sebenarnya itu ungkapan emosi. Kok ada orang yang harusnya mengurusi sesuatu yang suci, tapi berlaku kotor. Itu emosional,” lanjutnya.

Dahnil menekankan bahwa yang ia kritik bukanlah ibadah hajinya, melainkan perilaku sebagian pihak yang bermain dalam “circle” perhajian. Ia menyebut ibadah haji tetaplah suci, namun dinodai oleh oknum yang menjadikannya sebagai ladang keuntungan pribadi dan kelompok.

“Ibadahnya ini ibadah suci, tapi sayangnya dikotori oleh orang-orang yang bermain di circle perhajian itu dengan cara-cara yang kotor, ngambil keuntungan. Agama dijadikan komoditas oleh mereka,” tegas Dahnil.

Ia bahkan menyebut praktik tersebut sebagai bentuk komodifikasi spiritual, di mana nilai-nilai agama dimaterialisasi dengan cara-cara yang tidak masuk akal dan mencederai rasa keadilan umat.

“Ini kan komoditas spiritual, kemudian dimaterialisasi dengan cara-cara tidak masuk akal. Nah itulah yang kemudian saya sebut kartel haji. Orang-orang ini tega menjual agama, dalam tanda kutip, untuk kepentingan pribadi dan kelompok mereka,” katanya.

Lebih jauh, Dahnil mengungkapkan bahwa upaya pembenahan tata kelola haji justru membuat dirinya dan Wakil Menteri Haji lainnya menghadapi resistensi yang semakin besar. Alih-alih mendapat lebih banyak dukungan, ia mengaku jumlah “musuh” justru bertambah.

“Jadi wakil menteri haji itu… Gus Irfan (Menteri Haji) dan saya ngurus haji itu, saudara kami nggak nambah. Malah musuh kami nambah,” ujarnya.

Menurut Dahnil, hal itu terjadi karena ia dan Gus Irfan konsisten menolak segala bentuk permintaan khusus, termasuk permintaan dari kerabat, kolega organisasi, maupun orang-orang dekat, terkait percepatan antrean haji.

“Misalnya saudara saya minta tolong supaya antreannya jangan nunggu 10 tahun, jadi 5 tahun, pasti saya jawab nggak bisa. Orang organisasi saya atau siapapun minta, jawabannya juga nggak bisa,” ungkap Dahnil yang merupakan Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah.

Sikap tegas tersebut, kata Dahnil, berujung pada cap negatif terhadap dirinya dan koleganya. Ia mengaku kerap disebut sombong, bahkan dijauhi oleh orang-orang yang sebelumnya dekat, hanya karena menolak praktik-praktik yang melanggar prinsip keadilan.

“Akhirnya kami disebut sombong, dan upaya-upaya perbaikan yang kami lakukan justru membuat kami dijauhi oleh orang-orang yang selama ini dekat dengan kami. Itu yang kami alami saat ini,” katanya.

Meski menghadapi tekanan dan perlawanan, Dahnil menegaskan komitmennya untuk terus mendukung agenda bersih-bersih tata kelola perhajian, sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas praktik-praktik menyimpang di sektor strategis negara.

Ia berharap publik dapat memahami konteks penggunaan istilah “Kartel Haji” sebagai kritik moral, sekaligus dukungan terhadap upaya reformasi agar penyelenggaraan ibadah haji kembali pada nilai amanah, keadilan, dan kesucian ibadah.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tazkiyah Tour Catat 2 Pendaftar Haji Khusus di Hari Kedua Event BSI Fest

    Tazkiyah Tour Catat 2 Pendaftar Haji Khusus di Hari Kedua Event BSI Fest

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 52
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Perusahaan biro perjalanan umrah dan haji, Tazkiyah Tour, mencatat dua pendaftar program Haji Khusus pada hari kedua pelaksanaan BSI Fest Ramadan 2026 yang berlangsung di Trans Studio Mall Makassar pada 12–15 Maret 2026. Melalui situs resminya, manajemen Tazkiyah Tour menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengunjung yang telah menyempatkan diri berkunjung ke booth mereka selama […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Asal Enrekang Meninggal Setelah Tiba di Makkah, Total 9 JH Asal Sulsel Wafat

    Jemaah Asal Enrekang Meninggal Setelah Tiba di Makkah, Total 9 JH Asal Sulsel Wafat

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 409
    • 0Komentar

    SAUDI – Saut orang jamaah haji lansia asal Kabupaten Enrekang yang tergabung dalam Kloter 32 Embarkasi Makassar dilaporkan wafat di Makkah, Arab Saudi. Koordinator Media Center Haji (MCH) PPIH Embarkasi Makassar, Wardy Siraj, menyampaikan, jamaah tersebut bernama Jamida Lamo Suren (87), warga Belajen Utara, Kelurahan Kambiolangi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Terkait penyebab wafatnya, Wardy menyampaikan […]

    Bagikan Berita:
  • Dahnil Anzar Jawab Alasan Wacana ‘War Tiket Haji’, Semata-mata untuk Istitaah

    Dahnil Anzar Jawab Alasan Wacana ‘War Tiket Haji’, Semata-mata untuk Istitaah

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 20
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak akhirnya menjelaskan secara langsung alasan di balik mencuatnya wacana ‘war tiket haji’ yang sebelumnya dilontarkan oleh Menteri Haji dan Umrah. Menurut Dahnil, wacana tersebut bukan sekadar ide kontroversial, melainkan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan prinsip istitaah (kemampuan) benar-benar menjadi dasar utama dalam pelaksanaan […]

    Bagikan Berita:
  • Bayar Pakai QRIS di Arab Saudi Nanti Bisa dengan Kartu Nusuk, BI Siapkan Sistemnya

    Bayar Pakai QRIS di Arab Saudi Nanti Bisa dengan Kartu Nusuk, BI Siapkan Sistemnya

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 340
    • 0Komentar

    HAMRANEWS — Transaksi menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kini sudah mendunia. Setelah sukses digunakan di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang, kini Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan langkah besar berikutnya: memperluas penggunaan QRIS ke China, India dan Arab Saudi. Menariknya, untuk Arab Saudi, BI menyiapkan model QRIS yang berbeda. Bukan melalui aplikasi mobile banking […]

    Bagikan Berita:
  • Bupati Bulukumba Lepas Jemaah Umrah SINT Travel

    Bupati Bulukumba Lepas Jemaah Umrah SINT Travel

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle MUHAMMAD FADLI
    • visibility 308
    • 0Komentar

    BULUKUMBA — Bukan hari biasa untuk puluhan warga Kabupaten Bulukumba. Rabu, 1 Oktober 2025, mereka memukai perjalanan umrah dengan seremoni yang khusus. Jika biasanya kita hanya sering melihat seorang bupati melepas calon jemaah haji, kali ini calon jemaah umrah. Momen istimewa itu terjadi di Masjid Agung Bulukumba. Andi Muchtar Ali Yusuf, Bupati Bulukumba melakukan pelepasan […]

    Bagikan Berita:
  • Gelar Musyawarah Kerja, HIMPUH Tegaskan Komitmen untuk Patuh Aturan dan Patut

    Gelar Musyawarah Kerja, HIMPUH Tegaskan Komitmen untuk Patuh Aturan dan Patut

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 120
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Himpunan Penyelenggara Umrah Haji (HIMPUH) menegaskan pentingnya soliditas organisasi untuk tetap tumbuh dan adaptif menghadapi tantangan, di tengah dinamika regulasi baru dan masa transisi tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah nasional, Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Kerja (MUKER) ke-2 HIMPUH yang digelar pada Senin-Selasa, 26–27 Januari, di The Trans Luxury Hotel Bandung. Forum […]

    Bagikan Berita:
expand_less