Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Dahnil Anzar Simanjuntak Ungkap ‘Kartel Haji’ yang Sudah Kompleks Sejak Lama dan Sulitnya Dibereskan

Dahnil Anzar Simanjuntak Ungkap ‘Kartel Haji’ yang Sudah Kompleks Sejak Lama dan Sulitnya Dibereskan

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sen, 22 Des 2025
  • visibility 114

JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan alasan dirinya harus menggunakan istilah ‘Kartel Haji’ untuk mengungkapkan adanya pelaku praktik kecurangan atau fraud dalam penyelenggaraan haji di Indonesia selama ini.

Dalam wawancara di salah satu televisi swasta, dia mengungkpakan bahwa istilah tersebut bukan dimaksudkan untuk menodai kesucian ibadah haji, melainkan sebagai ungkapan kegelisahan dan emosi atas praktik-praktik kotor yang dilakukan oleh oknum dalam lingkaran penyelenggaraan perhajian.

Dahnil mengungkapkan, sejak awal penggunaan diksi “kartel haji”, ia mendapat banyak protes, terutama dari kelompok keagamaan.
Penolakan itu muncul karena istilah kartel selama ini identik dengan kejahatan terorganisir, sementara haji merupakan ibadah yang suci.

“Saya ketika menggunakan diksi kartel itu diprotes banyak orang, terutama kelompok agama. Karena konotasi haji itu kan ibadah yang baik, tapi kemudian saya dekatkan dengan istilah kartel,” ujar Dahnil.

Ia menegaskan bahwa istilah tersebut lahir dari luapan emosi dan keprihatinan mendalam. Menurutnya, sangat ironis ketika urusan ibadah yang sakral justru dikelola dengan cara-cara yang tidak bermoral.

“Sebenarnya itu ungkapan emosi. Kok ada orang yang harusnya mengurusi sesuatu yang suci, tapi berlaku kotor. Itu emosional,” lanjutnya.

Dahnil menekankan bahwa yang ia kritik bukanlah ibadah hajinya, melainkan perilaku sebagian pihak yang bermain dalam “circle” perhajian. Ia menyebut ibadah haji tetaplah suci, namun dinodai oleh oknum yang menjadikannya sebagai ladang keuntungan pribadi dan kelompok.

“Ibadahnya ini ibadah suci, tapi sayangnya dikotori oleh orang-orang yang bermain di circle perhajian itu dengan cara-cara yang kotor, ngambil keuntungan. Agama dijadikan komoditas oleh mereka,” tegas Dahnil.

Ia bahkan menyebut praktik tersebut sebagai bentuk komodifikasi spiritual, di mana nilai-nilai agama dimaterialisasi dengan cara-cara yang tidak masuk akal dan mencederai rasa keadilan umat.

“Ini kan komoditas spiritual, kemudian dimaterialisasi dengan cara-cara tidak masuk akal. Nah itulah yang kemudian saya sebut kartel haji. Orang-orang ini tega menjual agama, dalam tanda kutip, untuk kepentingan pribadi dan kelompok mereka,” katanya.

Lebih jauh, Dahnil mengungkapkan bahwa upaya pembenahan tata kelola haji justru membuat dirinya dan Wakil Menteri Haji lainnya menghadapi resistensi yang semakin besar. Alih-alih mendapat lebih banyak dukungan, ia mengaku jumlah “musuh” justru bertambah.

“Jadi wakil menteri haji itu… Gus Irfan (Menteri Haji) dan saya ngurus haji itu, saudara kami nggak nambah. Malah musuh kami nambah,” ujarnya.

Menurut Dahnil, hal itu terjadi karena ia dan Gus Irfan konsisten menolak segala bentuk permintaan khusus, termasuk permintaan dari kerabat, kolega organisasi, maupun orang-orang dekat, terkait percepatan antrean haji.

“Misalnya saudara saya minta tolong supaya antreannya jangan nunggu 10 tahun, jadi 5 tahun, pasti saya jawab nggak bisa. Orang organisasi saya atau siapapun minta, jawabannya juga nggak bisa,” ungkap Dahnil yang merupakan Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah.

Sikap tegas tersebut, kata Dahnil, berujung pada cap negatif terhadap dirinya dan koleganya. Ia mengaku kerap disebut sombong, bahkan dijauhi oleh orang-orang yang sebelumnya dekat, hanya karena menolak praktik-praktik yang melanggar prinsip keadilan.

“Akhirnya kami disebut sombong, dan upaya-upaya perbaikan yang kami lakukan justru membuat kami dijauhi oleh orang-orang yang selama ini dekat dengan kami. Itu yang kami alami saat ini,” katanya.

Meski menghadapi tekanan dan perlawanan, Dahnil menegaskan komitmennya untuk terus mendukung agenda bersih-bersih tata kelola perhajian, sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas praktik-praktik menyimpang di sektor strategis negara.

Ia berharap publik dapat memahami konteks penggunaan istilah “Kartel Haji” sebagai kritik moral, sekaligus dukungan terhadap upaya reformasi agar penyelenggaraan ibadah haji kembali pada nilai amanah, keadilan, dan kesucian ibadah.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahnil Anzar Simanjuntak

    BP-Haji Buka Lowongan Kerja Besar-besaran, untuk Pelayanan Jemaah Haji 2026

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 366
    • 0Komentar

    SAUDI – Setelah resmi mengambil alih pelaksanaan haji dari Kementerian Agama, Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) akan membuka rekrutmen besar-besaran untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Menariknya, rekrutmen ini juga terbuka untuk pelamar nonmuslim. Langkah tersebut adalah bagian dari proses transisi kelembagaan BP Haji yang kini berdiri sebagai otoritas tunggal pengelolaan haji setelah mengambil […]

    Bagikan Berita:
  • Presiden Maladewa Alokasikan 5 Persen Kuota Haji untuk Fakir Miskin, Gratis ke Tanah Suci

    Presiden Maladewa Alokasikan 5 Persen Kuota Haji untuk Fakir Miskin, Gratis ke Tanah Suci

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 179
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Presiden Maladewa, Mohammed Muizzu punya program yang menarik untuk memberikan kesempatan berhaji bagi warga kurang mampu dengan mengalokasikan 5 persen dari kuota nasional Haji. Pada tahun ini, misalnya sebanyak 50 orang dipilih untuk diberangkatkan dengan biaya negara. Kebijakan tesebut merupakan bagian dari program lima tahun pemerintah Muizzu, yang menargetkan 1.000 orang fakir miskin […]

    Bagikan Berita:
  • Surah Yusuf Awards, Tazkiyah Group Beri Penghargaan kepada Hafiz Alquran

    Surah Yusuf Awards, Tazkiyah Group Beri Penghargaan kepada Hafiz Alquran

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 55
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Dukungan untuk para hafiz Alquran ditunjukkan Tazkiyah Group melalui dukungan dalam ajang Surah Yusuf Awards. Mengusung tema “Spiritual Experience with Surah Yusuf”, kompetisi ini digelar pada 15 Februari 2026 di Hotel MYKO Makassar dan diikuti para santri rumah tahfiz di Makassar dan sekitarnya. Ajang ini bukan sekadar lomba hafalan. Surah Yusuf Awards dirancang […]

    Bagikan Berita:
  • Asosiasi Travel Siap-siap Ajukan Uji Materil UU Terkait Umrah Mandiri

    Asosiasi Travel Siap-siap Ajukan Uji Materil UU Terkait Umrah Mandiri

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 157
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Asosiasi penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah menilai adanya anomali dan celah hukum dalam UU terbaru yang membolehkan umrah mandiri. Tim 13 Asosiasi Haji dan Umrah menilai beberapa pasal dalam UU Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga Atas UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang baru disahkan oleh Pemerintah […]

    Bagikan Berita:
  • Tidak Ada Lagi Pengurusan Haji Setelah Lebaran Idul Fitri 2026

    Tidak Ada Lagi Pengurusan Haji Setelah Lebaran Idul Fitri 2026

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 427
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Pemerintah Arab Saudi sebelumnya telah resmi menetapkan jadwal penyelenggaraan Haji tahun depan atau 2026/1447 Hijriyah. Dari jadwal tersebut, terlihat batas waktu pengurusan dan penyelesaian urusan haji lebih cepat dari sebelumnya. Menurut jadwal, batas akhir penerbitan Visa 2025 adalah pada tanggal 1 Syawal 1447 Hijriya, atau bertepatan dengan Lebaran Idul Fitri tahun depan, yakni […]

    Bagikan Berita:
  • 3.911 Ton Beras untuk Jemaah Haji RI Diupayakan dari Tanah Air

    3.911 Ton Beras untuk Jemaah Haji RI Diupayakan dari Tanah Air

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 47
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah mengupayakan pemenuhan kebutuhan beras bagi jemaah haji Indonesia dari dalam negeri. Sebanyak 3.911 ton beras ditargetkan dapat dikirim langsung dari Tanah Air ke Arab Saudi untuk konsumsi jemaah pada musim haji 1447 H/2026 M. Upaya tersebut dibahas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) […]

    Bagikan Berita:
expand_less