Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Dahnil Anzar Simanjuntak Ungkap ‘Kartel Haji’ yang Sudah Kompleks Sejak Lama dan Sulitnya Dibereskan

Dahnil Anzar Simanjuntak Ungkap ‘Kartel Haji’ yang Sudah Kompleks Sejak Lama dan Sulitnya Dibereskan

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Senin, 22 Des 2025
  • visibility 333
  • print Cetak

JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan alasan dirinya harus menggunakan istilah ‘Kartel Haji’ untuk mengungkapkan adanya pelaku praktik kecurangan atau fraud dalam penyelenggaraan haji di Indonesia selama ini.

Dalam wawancara di salah satu televisi swasta, dia mengungkpakan bahwa istilah tersebut bukan dimaksudkan untuk menodai kesucian ibadah haji, melainkan sebagai ungkapan kegelisahan dan emosi atas praktik-praktik kotor yang dilakukan oleh oknum dalam lingkaran penyelenggaraan perhajian.

Dahnil mengungkapkan, sejak awal penggunaan diksi “kartel haji”, ia mendapat banyak protes, terutama dari kelompok keagamaan.
Penolakan itu muncul karena istilah kartel selama ini identik dengan kejahatan terorganisir, sementara haji merupakan ibadah yang suci.

“Saya ketika menggunakan diksi kartel itu diprotes banyak orang, terutama kelompok agama. Karena konotasi haji itu kan ibadah yang baik, tapi kemudian saya dekatkan dengan istilah kartel,” ujar Dahnil.

Ia menegaskan bahwa istilah tersebut lahir dari luapan emosi dan keprihatinan mendalam. Menurutnya, sangat ironis ketika urusan ibadah yang sakral justru dikelola dengan cara-cara yang tidak bermoral.

“Sebenarnya itu ungkapan emosi. Kok ada orang yang harusnya mengurusi sesuatu yang suci, tapi berlaku kotor. Itu emosional,” lanjutnya.

Dahnil menekankan bahwa yang ia kritik bukanlah ibadah hajinya, melainkan perilaku sebagian pihak yang bermain dalam “circle” perhajian. Ia menyebut ibadah haji tetaplah suci, namun dinodai oleh oknum yang menjadikannya sebagai ladang keuntungan pribadi dan kelompok.

“Ibadahnya ini ibadah suci, tapi sayangnya dikotori oleh orang-orang yang bermain di circle perhajian itu dengan cara-cara yang kotor, ngambil keuntungan. Agama dijadikan komoditas oleh mereka,” tegas Dahnil.

Ia bahkan menyebut praktik tersebut sebagai bentuk komodifikasi spiritual, di mana nilai-nilai agama dimaterialisasi dengan cara-cara yang tidak masuk akal dan mencederai rasa keadilan umat.

“Ini kan komoditas spiritual, kemudian dimaterialisasi dengan cara-cara tidak masuk akal. Nah itulah yang kemudian saya sebut kartel haji. Orang-orang ini tega menjual agama, dalam tanda kutip, untuk kepentingan pribadi dan kelompok mereka,” katanya.

Lebih jauh, Dahnil mengungkapkan bahwa upaya pembenahan tata kelola haji justru membuat dirinya dan Wakil Menteri Haji lainnya menghadapi resistensi yang semakin besar. Alih-alih mendapat lebih banyak dukungan, ia mengaku jumlah “musuh” justru bertambah.

“Jadi wakil menteri haji itu… Gus Irfan (Menteri Haji) dan saya ngurus haji itu, saudara kami nggak nambah. Malah musuh kami nambah,” ujarnya.

Menurut Dahnil, hal itu terjadi karena ia dan Gus Irfan konsisten menolak segala bentuk permintaan khusus, termasuk permintaan dari kerabat, kolega organisasi, maupun orang-orang dekat, terkait percepatan antrean haji.

“Misalnya saudara saya minta tolong supaya antreannya jangan nunggu 10 tahun, jadi 5 tahun, pasti saya jawab nggak bisa. Orang organisasi saya atau siapapun minta, jawabannya juga nggak bisa,” ungkap Dahnil yang merupakan Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah.

Sikap tegas tersebut, kata Dahnil, berujung pada cap negatif terhadap dirinya dan koleganya. Ia mengaku kerap disebut sombong, bahkan dijauhi oleh orang-orang yang sebelumnya dekat, hanya karena menolak praktik-praktik yang melanggar prinsip keadilan.

“Akhirnya kami disebut sombong, dan upaya-upaya perbaikan yang kami lakukan justru membuat kami dijauhi oleh orang-orang yang selama ini dekat dengan kami. Itu yang kami alami saat ini,” katanya.

Meski menghadapi tekanan dan perlawanan, Dahnil menegaskan komitmennya untuk terus mendukung agenda bersih-bersih tata kelola perhajian, sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas praktik-praktik menyimpang di sektor strategis negara.

Ia berharap publik dapat memahami konteks penggunaan istilah “Kartel Haji” sebagai kritik moral, sekaligus dukungan terhadap upaya reformasi agar penyelenggaraan ibadah haji kembali pada nilai amanah, keadilan, dan kesucian ibadah.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Subsidi Haji Makin Bengkak Bisa Menjadi Bom Waktu, Komnas Haji Ingatkan Keberlanjutan BPKH

    Subsidi Haji Makin Bengkak Bisa Menjadi Bom Waktu, Komnas Haji Ingatkan Keberlanjutan BPKH

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 444
    • 0Komentar

    JAKARTA – Untuk bisa berangkat haji, jamaah haji tahun ini mendapat subsidi jumbo yang berkisar Rp33 juta hingga Rp37 juta per orang. Dengan terus meningkatnya subsidi tanpa melihat inflasi yang meningkat, nilai tukar rupiah terhadap dolar, pajak di Arab Saudi dan faktor lain, subsisi membengkak ini bisa menjadi masalah di kemudian hari. Ironisnya, selain membayar […]

    Bagikan Berita:
  • Prosedur Lunas Tunda Ganti Haji Khusus Resmi Ditutup demi Keadilan Antrean

    Prosedur Lunas Tunda Ganti Haji Khusus Resmi Ditutup demi Keadilan Antrean

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 365
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi menutup mekanisme ‘lunas tunda ganti’ dalam penyelenggaraan haji khusus. Kebijakan ini menunjukkan keseriusan dalam tata kelola keberangkatan jemaah, khususnya dalam memberi keadilan pada antrean haji. Sebelumnya, skema lunas tunda ganti memungkinkan jemaah yang telah melunasi biaya haji khusus untuk menunda keberangkatan dan posisinya digantikan dengan nama lain, […]

    Bagikan Berita:
  • Pemerintah Upayakan Beban Jemaah Haji 2027 Lebih Ringan, Skema Pembayaran Diusul Tetap 40 Persen

    Pemerintah Upayakan Beban Jemaah Haji 2027 Lebih Ringan, Skema Pembayaran Diusul Tetap 40 Persen

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 36
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Pemerintah mengusulkan agar skema pembiayaan haji 2027 tetap menggunakan komposisi 60:40, yakni 60 persen berasal dari nilai manfaat pengelolaan dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), sementara 40 persen dibayar langsung oleh jemaah melalui Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Usulan tersebut telah disampaikan kepada DPR RI sebagai bagian dari pembahasan Biaya Penyelenggaraan […]

    Bagikan Berita:
  • Kuota Haji Khusus 8 Persen Terlalu Kecil, Bukan Terlalu Besar

    Kuota Haji Khusus 8 Persen Terlalu Kecil, Bukan Terlalu Besar

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 18
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Aturan terkait kuota haji khusus sedang melewati proses permohonan uji materi di Mahkamah Konstitusi. Ketentuan yang menetapkan kuota haji khusus sebesar 8 persen dari total kuota haji Indonesia dinilai merampas hak pengguna haji reguler. Namun, muncul pandangan berbeda yang menyebut angka 8 persen justru terlalu kecil. Bahkan angka 8 persen itu belum memiliki […]

    Bagikan Berita:
  • Ramli Rahim Beri Kejutan Hadiah Umrah untuk Siswanya yang Hafal 30 Juz

    Ramli Rahim Beri Kejutan Hadiah Umrah untuk Siswanya yang Hafal 30 Juz

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 28
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Momen haru tersaji di tengah Wisuda Tahfidz Alquran Ranu Harapan Islamic School (RHIS) 2026 di Sandeq C Ballroom, Hotel Claro Makassar, Jumat (17/7/2026). Di tengah prosesi wisuda, Pendiri RHIS Muhammad Ramli Rahim memberikan kejutan berupa hadiah umrah kepada seorang lulusan yang sukses menuntaskan hafalan 30 juz Alquran. Hadiah tersebut diberikan kepada Duta Palaloi […]

    Bagikan Berita:
  • Tazkiyah Tour Buka Program Umrah 20 Hari Akhir Ramadan-Syawal 2026, Idul Fitri di Tanah Suci

    Tazkiyah Tour Buka Program Umrah 20 Hari Akhir Ramadan-Syawal 2026, Idul Fitri di Tanah Suci

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 355
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Perusahaan Biro Perjalanan Umrah dari Makassar, Tazkiyah Tour membuka Program Umrah Akhir Ramadan dan Syawal 2026 dengan durasi perjalanan hingga 20 hari. Program umrah tersebut diperuntukkan kepada jemaah yang ingin merasakan puncak keistimewaan ibadah di penghujung Ramadan sekaligus menyambut Syawal di Tanah Suci. Berdasarkan informasi dari akun resmi instagram Tazkiyah Tour, program umrah […]

    Bagikan Berita:
expand_less