Demi Kenyamanan, Sint Travel Inapkan Jemaah 3 Hari di Tengah Penundaan Penerbangan
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Rab, 4 Mar 2026
- visibility 41

HAMRANEWS – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada operasional penerbangan dari dan ke Arab Saudi memaksa sejumlah penyelenggara perjalanan umrah mengambil langkah cepat demi menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah.
Salah satunya dilakukan SINT Travel, perusahaan travel umrah asal Makassar.
Sejumlah jemaah SINT Travel yang dijadwalkan kembali ke Indonesia awal Maret 2026 terpaksa menunda kepulangan akibat tidak tersedianya penerbangan langsung menyusul situasi keamanan yang memanas.
Ketegangan kawasan ditandai dengan saling serang rudal yang memicu pembatasan dan penyesuaian jadwal sejumlah maskapai.
Dalam situasi tersebut, manajemen SINT Travel memastikan jemaah tetap mendapatkan pendampingan penuh. Mereka memutuskan untuk menginapkan seluruh jemaah di hotel yang layak dan nyaman di Kota Jeddah selama tiga malam, sembari menunggu jadwal penerbangan yang aman dan tersedia.
“Pihak travel tidak tinggal diam. Jemaah terus kami dampingi dan kami inapkan di hotel yang bagus di Jeddah. Ini adalah risiko yang harus kami ambil. SINT Travel berkomitmen mengantar jemaah tak hanya pergi, namun juga pulang dengan selamat,” tulis manajemen melalui akun resmi mereka.
Direktur SINT Travel, Helfitri Tahir, turut mengimbau para jemaah agar tetap tenang dan mengikuti seluruh arahan dari tim pendamping di lapangan. Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama di tengah situasi yang tidak menentu.
Rencananya, seluruh jemaah akan dipulangkan ke Makassar pada Kamis, 5 Maret 2026 menggunakan maskapai Flyadeal dengan penerbangan langsung rute JED–UPG. Pemulangan tersebut dipastikan tanpa biaya tambahan apa pun bagi jemaah.
Langkah ini menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen SINT Travel dalam memberikan layanan maksimal, termasuk saat menghadapi kondisi darurat di luar kendali. Bagi para jemaah, kepastian pendampingan dan jaminan keselamatan menjadi hal terpenting di tengah dinamika situasi global yang tidak terduga.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



