Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lainnya » I’tikaf Sepuluh Hari Akhir Ramadan, Cara Terbaik ‘Menepi’ dari Urusan-urusan Duniawi

I’tikaf Sepuluh Hari Akhir Ramadan, Cara Terbaik ‘Menepi’ dari Urusan-urusan Duniawi

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
  • visibility 91

HAMRANEWS – Memasuki sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah. Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada fase akhir Ramadan adalah i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai bentuk ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, zikir, dan doa.

I’tikaf menjadi ibadah yang sangat istimewa karena dilaksanakan pada waktu yang penuh keberkahan, yakni sepuluh malam terakhir Ramadan yang diyakini menjadi waktu turunnya Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Amalan yang Dicontohkan Nabi Muhammad SAW

Dalam berbagai riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW secara rutin melaksanakan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir hingga beliau wafat, dan setelah itu para istri beliau melanjutkan amalan tersebut.

Hadis ini menunjukkan bahwa i’tikaf merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Bahkan dalam riwayat lain disebutkan bahwa pada tahun terakhir kehidupannya, Rasulullah memperpanjang i’tikaf hingga dua puluh hari sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah.

Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah

I’tikaf secara bahasa berarti berdiam diri. Dalam konteks ibadah, i’tikaf diartikan sebagai berdiam diri di masjid dalam rangka fokus beribadah kepada Allah swt.

Tujuan utama dari i’tikaf adalah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga Dengan memfokuskan diri di masjid dan mengurangi urusan duniawi, diharapkan para mu’takif (orang yang melaksanakan i’tikaf) bisa memperbanyak ibadah seperti shalat, membaca Al-Quran, berdzikir, dan berdoa.

I’tikaf memberikan kesempatan bagi seorang muslim untuk fokus beribadah tanpa terganggu aktivitas duniawi. Dengan berdiam diri di masjid, seseorang dapat memperbanyak membaca Al-Qur’an, berzikir, bermuhasabah, dan memperdalam hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Selain itu, i’tikaf juga menjadi momentum untuk membersihkan hati dan meningkatkan keimanan. Dalam suasana yang lebih tenang dan khusyuk di masjid, seorang muslim dapat memperbaiki kualitas ibadah serta memperbanyak doa.

Upaya Meraih Lailatul Qadar

Salah satu tujuan utama i’tikaf adalah untuk mencari malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan. Karena waktu pasti turunnya malam tersebut dirahasiakan Allah, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.

Dengan melaksanakan i’tikaf selama sepuluh hari terakhir, peluang seorang muslim untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar menjadi lebih besar.

Tradisi Ibadah Sejak Zaman Nabi

Secara bahasa, i’tikaf berarti berdiam diri atau menetap di suatu tempat. Dalam syariat Islam, i’tikaf dilakukan dengan berdiam di masjid disertai niat ibadah kepada Allah SWT. Praktik ini bahkan telah dikenal sejak masa Nabi Ibrahim AS, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 125 tentang orang-orang yang beribadah di Baitullah, termasuk mereka yang beri’tikaf.

Karena itu, i’tikaf bukan sekadar tradisi Ramadan, tetapi merupakan bagian dari syariat ibadah yang telah berlangsung sejak umat terdahulu.

Menghidupkan Malam-Malam Terakhir Ramadan

Para ulama mengingatkan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadan adalah fase paling istimewa dalam bulan suci. Pada masa ini, umat Islam dianjurkan untuk “mengencangkan ibadah”, baik dengan qiyamul lail, membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, maupun melaksanakan i’tikaf di masjid.

Dengan memanfaatkan kesempatan tersebut, diharapkan seorang muslim dapat meraih keberkahan Ramadan secara maksimal dan memperoleh pahala yang berlipat ganda.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Illustrasi jemaah haji dievakuasi

    Angka Kematian Menurun, Total Jemaah Wafat Tembus 446 Orang

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 445
    • 0Komentar

    JAKARTA – Hingga jelang akhir operasional haji 2025, Kementerian Agama mencatat penurunan jumlah jemaah Indonesia yang wafat selama menjalani ibadah di Tanah Suci. Berdasarkan data Siskohat per Kamis (10/7/2025) pukul 12.00 WIB, total ada 446 jemaah wafat, terdiri dari 434 jemaah reguler dan 12 jemaah haji khusus. Jumlah ini lebih rendah dibanding tahun 2024 yang […]

    Bagikan Berita:
  • Soal Investasi Properti Dibuka untuk Asing, Saudi Tegaskan Cuma Muslim yang Boleh di Makkah-Madinah

    Soal Investasi Properti Dibuka untuk Asing, Saudi Tegaskan Cuma Muslim yang Boleh di Makkah-Madinah

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah Arab Saudi menegaskan kembali aturan ketat mengenai kepemilikan properti di dua kota suci umat Islam, Makkah dan Madinah. Berdasarkan Keputusan Kabinet Nomor 42 yang diterbitkan pada 13 Muharram 1447 H, hanya Muslim yang diizinkan memiliki properti di dua kota tersebut. Pengumuman resmi itu disampaikan oleh Emarah Makkah melalui akun X (Twitter) resminya, […]

    Bagikan Berita:
  • Dapur Haji di Makkah Bercitarasa Nusantara, Beras dari Indonesia

    Dapur Haji di Makkah Bercitarasa Nusantara, Beras dari Indonesia

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 134
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Masakan yang akan disajikan dari dapur jemaah haji Indonesia tahun 2026 dipastikan bercita rasa nusantara. Bahkan, berasnya didatangkan langsung dari Indonesia. Hal itu dipastikan saat jajaran pimpinan Kementerian Haji dan Umrah melakukan supervisi dan pengecekan langsung dapur aktif di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen […]

    Bagikan Berita:
  • Biaya Haji Jemaah Sulsel 2026 Sebesar Rp55,8 Juta, Wajib Tes Kesehatan Sebelum Lunasi

    Biaya Haji Jemaah Sulsel 2026 Sebesar Rp55,8 Juta, Wajib Tes Kesehatan Sebelum Lunasi

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 365
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Para jemaah haji Sulawesi Selatan 2026 bersama jemaah lain yang berangkat melalui embarkasi Makassar, rata-rata akan membayar sisa pelunasan haji Rp30.893.179. Angka tersebut diperoleh dari total Biaya perjalanan ibadah haji atau Bipih sebesar Rp89.108.738, dikurangi subsidi Nilai Manfaat yang berasal dari Setoran Jemaah haji Reguler maupun Jemaah Haji Khusus, yakni sebesar Rp. 55.893.179. […]

    Bagikan Berita:
  • Gantikan Ibunya yang Wafat, Anak Polisi Jadi Calon Haji Termuda Bone

    Gantikan Ibunya yang Wafat, Anak Polisi Jadi Calon Haji Termuda Bone

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 107
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Muhammad Fadhel Anugrah, remaja asal Kabupaten Bone, menjadi salah satu calon jemaah haji (CJH) termuda yang akan diberangkatkan tahun ini. Siswa MTs kelas II di MTs Watampone itu berangkat menunaikan ibadah haji menggantikan mendiang ibunya. Ayah Fadhel, Iptu Bahri, menceritakan bahwa dirinya bersama sang istri telah mendaftar haji sejak tahun 2011. Namun takdir […]

    Bagikan Berita:
  • Kapal Pesiar Umrah Akan Singgah di Banda Aceh Sebelum Tiba di Jeddah

    Kapal Pesiar Umrah Akan Singgah di Banda Aceh Sebelum Tiba di Jeddah

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 209
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Berangkat umrah dengan kapal laut, biasanya dilakukan umat Islam pada era 1950-an. Berbeda dengan di masa kini, ketika umat Muslima hampir semuanya naik pesawat komersil yang trafiknya tinggi dan sudah ekonomis. Kini, berangkat umrah dengan kapal laut kemungkinan mulai digandrungi lagi, bukan dengan susah payah berjuang menuju Tanah Suci. Tapi perjalanannya akan lebih […]

    Bagikan Berita:
expand_less