Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Arab Saudi Bakal Kembangkan Energi Berbasis Nuklir Setelah Dapat ‘Lampu Hijau’ dari AS

Arab Saudi Bakal Kembangkan Energi Berbasis Nuklir Setelah Dapat ‘Lampu Hijau’ dari AS

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • visibility 117
  • print Cetak

HANRANEWS.ID – Arab Saudi selangkah lebih dekat mewujudkan ambisinya mengembangkan energi berbasis nuklir setelah memperoleh persetujuan melalui kesepakatan kerja sama nuklir sipil dengan Amerika Serikat (AS). Kesepakatan tersebut dinilai menjadi kemenangan strategis bagi Riyadh, meski masih harus melewati proses peninjauan di Kongres AS.

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal (WSJ), perjanjian berdurasi 30 tahun itu bernilai puluhan miliar dolar AS dan diperkirakan memberi peluang besar bagi perusahaan-perusahaan Amerika untuk membangun infrastruktur nuklir sipil di Arab Saudi. Kesepakatan itu juga disebut membatasi keterlibatan perusahaan asing lainnya dalam proyek tersebut.

Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa kerja sama tersebut memungkinkan Arab Saudi memperkaya uranium dan memproses kembali bahan bakar nuklir bekas. Ketentuan ini memicu kekhawatiran sejumlah anggota Kongres AS dan negara-negara di kawasan Timur Tengah karena dinilai berpotensi membuka jalan terhadap proliferasi senjata nuklir.

Selama bertahun-tahun, Washington dan Riyadh memang telah bernegosiasi mengenai kerja sama nuklir sipil. Bagi Arab Saudi, akses terhadap teknologi nuklir Amerika menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber energi nasional, sementara bagi AS kerja sama ini membuka peluang kontrak bernilai besar bagi perusahaan-perusahaan domestiknya.

Meski demikian, pengembangan teknologi nuklir selalu menjadi isu sensitif. Selain berkaitan dengan keamanan dan stabilitas kawasan, teknologi tersebut juga memiliki potensi penggunaan ganda, yakni untuk kepentingan sipil maupun militer.

Arab Saudi merupakan negara penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) yang berkomitmen tidak mengembangkan senjata nuklir dan bersedia menerima inspeksi internasional. Namun, kesepakatan terbaru ini tidak memasukkan “standar emas” yang selama ini menjadi syarat AS, yaitu larangan memperkaya uranium dan memproses bahan bakar nuklir bekas, serta tidak mewajibkan penerapan protokol pengawasan tambahan dari badan internasional.

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah menyerahkan kesepakatan tersebut kepada Kongres AS. Para anggota parlemen memiliki waktu 90 hari masa sidang untuk menolak perjanjian itu, meski penolakan hanya dapat dilakukan apabila memperoleh dukungan mayoritas dua pertiga suara untuk mengesampingkan veto presiden.

Tidak adanya pembatasan yang lebih ketat diperkirakan akan menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu AS di Timur Tengah, termasuk Israel. Sejumlah pihak juga mempertanyakan konsistensi kebijakan Washington, mengingat AS sebelumnya menjadikan program pengayaan uranium Iran sebagai salah satu alasan utama dalam meningkatkan tekanan terhadap Teheran.

Meski menuai kritik, apabila lolos dari proses di Kongres, kesepakatan ini akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi nuklir sipil Arab Saudi sekaligus mempererat hubungan strategis antara Riyadh dan Washington.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lima Hari di Madinah, Jemaah Haji Khusus Tazkiyah Tour Belajar Tentang Ajaran Kasih Sayang Nabi Muhammad SAW

    Lima Hari di Madinah, Jemaah Haji Khusus Tazkiyah Tour Belajar Tentang Ajaran Kasih Sayang Nabi Muhammad SAW

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 225
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Memasuki hari kelima di Kota Madinah, jemaah Haji Khusus Tazkiyah Tour mendapat pembekalan rohani dari pembimbing haji, Dr KH Abdul Wahid Haddade Lc MA. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jemaah meneladani sifat kasih sayang Rasulullah SAW selama berada di kota Nabi. KH Abdul Wahid Haddade mengingatkan bahwa Madinah bukan sekadar tempat persinggahan ibadah, tetapi […]

    Bagikan Berita:
  • Aturan Bagasi Garuda Berubah Mulai 1 September: Penumpang Ekonomi Kini Bisa Bawa Koper hingga 23 Kg

    Aturan Bagasi Garuda Berubah Mulai 1 September: Penumpang Ekonomi Kini Bisa Bawa Koper hingga 23 Kg

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 148
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan mengubah sistem bagasi gratis penumpang mulai 1 September 2026. Seluruh tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai tanggal tersebut tidak lagi menggunakan sistem berbasis total berat (weight concept), melainkan berbasis jumlah koper atau piece concept. Perubahan ini membawa kabar baik bagi penumpang kelas ekonomi. Jika sebelumnya batas bagasi […]

    Bagikan Berita:
  • Biaya Haji 2027 Diusulkan Rp107 Juta, Jemaah Cuma Bayar 40 Persen

    Biaya Haji 2027 Diusulkan Rp107 Juta, Jemaah Cuma Bayar 40 Persen

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 102
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID — Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 H/2027 M sebesar Rp107.340.172 per jemaah. Meski total biaya penyelenggaraan haji tersebut menembus Rp107 juta, jemaah nantinya hanya dibebankan 40 persen atau sekitar Rp42.936.068 per orang. Sementara itu, 60 persen sisanya atau Rp64.404.103 per jemaah diusulkan berasal dari nilai manfaat […]

    Bagikan Berita:
  • MUI Minta RUU Haji Dikebut, Pasal Terkait Kewenangan BPH Dibutuhkan

    MUI Minta RUU Haji Dikebut, Pasal Terkait Kewenangan BPH Dibutuhkan

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 454
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, mulai tahun 2026 mendatang, penyelenggaraan ibadah haji tidak lagi berada di bawah Kementerian Agama. Tugas besar tersebut akan resmi dipegang Badan Penyelenggara Haji (BPH). Akan tetapi, sebelum transisi itu benar-benar berjalan, ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yakni revisi Undang-Undang Haji. Proses pembahasannya masih berlangsung di Badan […]

    Bagikan Berita:
  • Warga Ilegal di Arab Saudi Bakal Bisa Urus Sendiri Proses Deportasi

    Warga Ilegal di Arab Saudi Bakal Bisa Urus Sendiri Proses Deportasi

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 479
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) Pemerintah Arab Saudi, mengumumkan akan segera meluncurkan “Self-Deportation Platform”, sebuah sistem daring yang memungkinkan penduduk ilegal mengurus sendiri proses kepulangannya tanpa melalui metode manual seperti sebelumnya. “Ini akan memungkinkan direktorat untuk beralih dari metode tradisional yang sebelumnya digunakan untuk mendeportasi pelanggar peraturan residensi, tenaga kerja, dan keamanan perbatasan. Peluncurannya […]

    Bagikan Berita:
  • Mulai 2026, Jemaah RI Nikmati Hotel Milik Danantara 500 Meter dari Masjidil Haram Berkapasitas 25 Ribu Orang

    Mulai 2026, Jemaah RI Nikmati Hotel Milik Danantara 500 Meter dari Masjidil Haram Berkapasitas 25 Ribu Orang

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 393
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah memastikan sebagian Kompleks Haji Indonesia di Makkah mulai bisa digunakan pada musim haji 2026. Hotel yang telah dibeli dan dimenangkan dalam proses lelang akan difungsikan lebih dulu untuk menampung hingga 24–25 ribu jemaah haji Indonesia, sebelum pembangunan kawasan terpadu Kampung Haji Indonesia rampung sepenuhnya. Kepastian ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, […]

    Bagikan Berita:
expand_less