Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Arab Saudi Bakal Kembangkan Energi Berbasis Nuklir Setelah Dapat ‘Lampu Hijau’ dari AS

Arab Saudi Bakal Kembangkan Energi Berbasis Nuklir Setelah Dapat ‘Lampu Hijau’ dari AS

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • visibility 39
  • print Cetak

HANRANEWS.ID – Arab Saudi selangkah lebih dekat mewujudkan ambisinya mengembangkan energi berbasis nuklir setelah memperoleh persetujuan melalui kesepakatan kerja sama nuklir sipil dengan Amerika Serikat (AS). Kesepakatan tersebut dinilai menjadi kemenangan strategis bagi Riyadh, meski masih harus melewati proses peninjauan di Kongres AS.

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal (WSJ), perjanjian berdurasi 30 tahun itu bernilai puluhan miliar dolar AS dan diperkirakan memberi peluang besar bagi perusahaan-perusahaan Amerika untuk membangun infrastruktur nuklir sipil di Arab Saudi. Kesepakatan itu juga disebut membatasi keterlibatan perusahaan asing lainnya dalam proyek tersebut.

Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa kerja sama tersebut memungkinkan Arab Saudi memperkaya uranium dan memproses kembali bahan bakar nuklir bekas. Ketentuan ini memicu kekhawatiran sejumlah anggota Kongres AS dan negara-negara di kawasan Timur Tengah karena dinilai berpotensi membuka jalan terhadap proliferasi senjata nuklir.

Selama bertahun-tahun, Washington dan Riyadh memang telah bernegosiasi mengenai kerja sama nuklir sipil. Bagi Arab Saudi, akses terhadap teknologi nuklir Amerika menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber energi nasional, sementara bagi AS kerja sama ini membuka peluang kontrak bernilai besar bagi perusahaan-perusahaan domestiknya.

Meski demikian, pengembangan teknologi nuklir selalu menjadi isu sensitif. Selain berkaitan dengan keamanan dan stabilitas kawasan, teknologi tersebut juga memiliki potensi penggunaan ganda, yakni untuk kepentingan sipil maupun militer.

Arab Saudi merupakan negara penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) yang berkomitmen tidak mengembangkan senjata nuklir dan bersedia menerima inspeksi internasional. Namun, kesepakatan terbaru ini tidak memasukkan “standar emas” yang selama ini menjadi syarat AS, yaitu larangan memperkaya uranium dan memproses bahan bakar nuklir bekas, serta tidak mewajibkan penerapan protokol pengawasan tambahan dari badan internasional.

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah menyerahkan kesepakatan tersebut kepada Kongres AS. Para anggota parlemen memiliki waktu 90 hari masa sidang untuk menolak perjanjian itu, meski penolakan hanya dapat dilakukan apabila memperoleh dukungan mayoritas dua pertiga suara untuk mengesampingkan veto presiden.

Tidak adanya pembatasan yang lebih ketat diperkirakan akan menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu AS di Timur Tengah, termasuk Israel. Sejumlah pihak juga mempertanyakan konsistensi kebijakan Washington, mengingat AS sebelumnya menjadikan program pengayaan uranium Iran sebagai salah satu alasan utama dalam meningkatkan tekanan terhadap Teheran.

Meski menuai kritik, apabila lolos dari proses di Kongres, kesepakatan ini akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi nuklir sipil Arab Saudi sekaligus mempererat hubungan strategis antara Riyadh dan Washington.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konsumsi Jamaah Haji Diantar dari Dapur ke Hotel Tetap Hangat, Citarasa Nusantara

    Konsumsi Jamaah Haji Diantar dari Dapur ke Hotel Tetap Hangat, Citarasa Nusantara

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 179
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Layanan konsumsi untuk para jemaah haji Indonesia tahun 2026 di Kota Madinah berjalan dengan optimal, dengan sistem distribusi langsung dari dapur ke hotel tempat jemaah menginap. Skema ini dirancang untuk menjaga kenyamanan, kesehatan, serta mendukung kekhusyukan ibadah selama di Tanah Suci. Sebanyak 23 dapur katering dilibatkan dalam penyediaan konsumsi jemaah. Seluruh proses produksi […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Umrah RI Tembus 2 Juta per Tahun, Alasan Pemerintah Mau Naikkan Status BPH Jadi Kementerian

    Jemaah Umrah RI Tembus 2 Juta per Tahun, Alasan Pemerintah Mau Naikkan Status BPH Jadi Kementerian

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 490
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jumlah jemaah umrah Indonesia yang mencapai hampir 2 juta orang per tahun menjadi salah satu alasan utama pemerintah mendorong transformasi Badan Pengelola (BP) Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, tingginya mobilitas umat Islam Indonesia ke Tanah Suci, baik untuk haji maupun umrah, menuntut kelembagaan yang lebih kuat. […]

    Bagikan Berita:
  • Sint Travel Berangkatkan Jemaah Umrah Perdana Musim 1447 H

    Sint Travel Berangkatkan Jemaah Umrah Perdana Musim 1447 H

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 521
    • 0Komentar

    MADINAH — Sint Travel, anak perusahaan Tazkiyah Group, memulai pemberangkatan umrahnya untuk musim 1447 Hijriah. Pemberangkatan perdana dilakukan Kamis, 3 Juli 2025. Ada 40 jemaah yang terbang ke tanah suci dengan maskapai Singapore Airlines Group. Direktur Sint Travel, Helfitri Tahir menuturkan, 40 jemaah adalah jumlah maksimal yang diberangkatkan setiap kelompok. “Supaya pelayanan bisa maksimal. Pembimbing bisa […]

    Bagikan Berita:
  • HIMPUH Ingatkan Risiko Jemaah 2026 Gagal Berangkat karena Perbedaan Jadwal Pemberangkatan

    HIMPUH Ingatkan Risiko Jemaah 2026 Gagal Berangkat karena Perbedaan Jadwal Pemberangkatan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 327
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) mengingatkan risiko banyaknya jemaah haji 2026 yang bisa gagal berangkat karena persoalan timeline pemberangkatan. Sekretaris Jenderal HIMPUH, Hilman Farikhi, menilai timeline haji yang diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia tidak selaras dengan timeline yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Menurutnya, ketidaksinkronan ini dapat […]

    Bagikan Berita:
  • Ini Daftar Embarkasih Haji 2026, Ada Tambahan Embarkasih Baru di Yogyakarta

    Ini Daftar Embarkasih Haji 2026, Ada Tambahan Embarkasih Baru di Yogyakarta

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 679
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia telah menetapkan dua maskapai resmi untuk melayani penerbangan jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M. Mengutip informasi dari akun Instagram resmi @kemenhaj.ri, kedua maskapai tersebut adalah Garuda Indonesia dan Saudi Airlines, yang akan melayani total 204.362 jemaah dan petugas kloter dari 14 bandara embarkasi/debarkasi di […]

    Bagikan Berita:
  • Kisah ‘Pagandeng’ Ikan Asal Gowa Naik Haji 2026 Setelah Sisihkan Rp100 Ribu Per Hari

    Kisah ‘Pagandeng’ Ikan Asal Gowa Naik Haji 2026 Setelah Sisihkan Rp100 Ribu Per Hari

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 173
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Keterbatasan ekonomi tak menyurutkan langkah Asis Deng Lipung untuk menunaikan ibadah haji. Penjual ikan keliling alias ‘pagendang ikan’ asal Kabupaten Gowa ini akhirnya berangkat ke Tanah Suci setelah puluhan tahun menabung dari penghasilan hariannya. Mengutip dari IDNTimes, Asis menjalani keseharian dengan berjualan ikan menggunakan sepeda. Penghasilannya sekitar Rp100 ribu per hari harus ia […]

    Bagikan Berita:
expand_less