Ini Sejumlah Aturan Baru Ibadah Umrah Selama Umrah Ramadan 2026
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 15

illustrasi hijir ismail
HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi resmi menerbitkan pedoman baru pelaksanaan umrah selama Ramadan 2026. Aturan diberlakukan untuk mengantisipasi lonjakan besar jemaah, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadan yang selalu menjadi periode tersibuk di Masjidil Haram.
Kebijakan tersebut disusun secara komprehensif dengan tujuan utama menjaga keamanan, kelancaran arus jemaah, serta kekhusyukan ibadah jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia yang memadati Makkah.
Perhatian Khusus bagi Jemaah Rentan
Pemerintah Saudi menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan ekstra bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
Sejumlah fasilitas disiapkan, mulai dari area salat khusus, jalur prioritas, hingga pendampingan petugas di titik-titik krusial, agar mereka tetap dapat beribadah dengan nyaman dan aman.
Sistem Digital untuk Kendali Kerumunan
Mengutip laporan Gulf News, aturan baru ini menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan massa. Beberapa kebijakan utama yang diterapkan antara lain:
Indikator Lampu di Pintu Masuk
Lampu hijau menandakan area salat masih tersedia, sementara merah menunjukkan kapasitas telah penuh. Jemaah diminta mematuhi sistem ini demi mencegah kepadatan berlebih.
Izin Umrah Digital
Setiap jemaah wajib memiliki izin umrah resmi berbasis digital dan melaksanakan ibadah sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Transportasi Diatur, Kendaraan Pribadi Dibatasi
Untuk mengurangi kemacetan di kawasan pusat kota, otoritas Saudi juga memperketat pengaturan transportasi:
Prioritas Transportasi Umum
Jemaah dianjurkan menggunakan bus, taksi resmi, atau Kereta Cepat Haramain.
Pembatasan Kendaraan Pribadi
Akses mobil pribadi ke zona inti Masjidil Haram dibatasi pada jam-jam sibuk. Pemerintah menyiapkan kantong parkir di pinggiran kota lengkap dengan layanan shuttle.
Zona Pejalan Kaki Steril
Sepeda motor dan sepeda dilarang memasuki jalur pejalan kaki di kawasan inti demi keselamatan jemaah.
Larangan Selama Berada di Tanah Suci
Demi menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah, otoritas Saudi melarang keras sejumlah aktivitas berikut:
- Merokok, mengemis, serta berjualan tanpa izin
- Membawa senjata atau benda berbahaya
- Menghalangi arus pergerakan jemaah di koridor dan pintu keluar
- Memasuki area pemeliharaan atau zona terbatas
Petugas keamanan juga mengimbau jemaah untuk selalu menjaga barang pribadi dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar area ibadah.
Dengan penerapan aturan yang lebih ketat dan terukur ini, pemerintah Arab Saudi berharap pelaksanaan umrah Ramadan 2026 dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan khusyuk, tanpa mengurangi kenyamanan jemaah yang datang untuk mencari keberkahan di Tanah Suci.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



