Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Ulasan Menu Makan Haji 2026 Ala Jemaah: Tak Ada Sambal Terasi, Dagingnya Alot Tapi Selalu Tepat Waktu

Ulasan Menu Makan Haji 2026 Ala Jemaah: Tak Ada Sambal Terasi, Dagingnya Alot Tapi Selalu Tepat Waktu

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
  • visibility 38
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID — Pengalaman menjalani ibadah haji 2026 memberikan banyak catatan bagi Muhammad Saefullah, Anggota Komisi Infokomdigi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Salah satunya terkait layanan konsumsi yang diterima jemaah selama berada di Arab Saudi.

Saefullah menceritakan, selama berada di Makkah, jemaah mendapatkan makanan tiga kali sehari yang dikemas dalam kotak aluminium. Jatah tersebut terdiri atas makan pagi, siang, dan malam.

“Kalau kami di kampung-kampung menyebutnya seperti MBG, Makanan Bergizi Gratis, versi Kementerian Haji dan Umrah,” kata Saefullah mengenang pengalamannya.

Tercatat, ada 127 kali jatah makan yang disiapkan selama jemaah berada di Arab Saudi. Rinciannya, 27 kali di Madinah, 84 kali di Makkah, serta 15 kali ditambah paket kudapan berat saat puncak Armuzna.

Dari sisi distribusi, Saefullah menilai pelayanan cukup baik. Makanan datang tepat waktu, bahkan terkadang cukup cepat. Setelah salat Subuh, sarapan sudah tersedia. Sekitar pukul 10.00, jatah makan siang mulai dibagikan, sementara makanan malam telah diterima jemaah sebelum Magrib.

Namun, persoalan menurutnya justru terdapat pada cita rasa dan tekstur sejumlah makanan, khususnya selama berada di Makkah.

“Kalau soal ketepatan waktu distribusi, saya kira patut diapresiasi. Tetapi soal rasa, di Makkah saya merasakan lauknya cenderung hambar dan kurang variasi,” ujarnya.

Saefullah juga menyoroti tekstur daging yang dinilainya cukup keras. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi persoalan tersendiri bagi jemaah lanjut usia yang mengalami keterbatasan dalam mengunyah.

Ia mencontohkan pengalaman seorang jemaah bernama Mbah Datoem, 84 tahun, asal Desa Ciberung, Ajibarang, Banyumas. Saat mendapatkan menu daging sapi, jemaah sepuh tersebut kesulitan mengunyahnya.

“Jan… iki daging alot, diuntal malah marahi keselek,” kata Mbah Datoem yang berarti daging tersebut terlalu keras dan berisiko membuat tersedak.

Menurut Saefullah, pengalaman tersebut menjadi perhatian karena sejak sebelum keberangkatan, jumlah jemaah lansia telah didata. Ia berharap kondisi tersebut diikuti dengan penyediaan makanan yang lebih sesuai bagi jemaah lanjut usia.

“Jemaah lansia seharusnya mendapat perhatian khusus, termasuk dari sisi tekstur makanan. Makanan yang empuk dan mudah dicerna bukan kemewahan, tetapi bagian dari pelayanan dasar,” katanya.

Untuk menyiasati menu yang dianggap kurang sesuai dengan selera, Saefullah bersama sejumlah jemaah menggunakan bumbu mi instan dan sambal terasi yang dibawa dari Indonesia.

Bagi jemaah yang terbiasa dengan makanan bercita rasa kuat, sambal terasi menjadi salah satu cara mengobati kerinduan terhadap masakan kampung halaman.

Ketika rasa rindu terhadap masakan Indonesia semakin kuat, Saefullah dan jemaah lainnya bahkan sesekali memasak sederhana di kamar. Mereka membeli bayam, wortel, tomat, dan cabai di sekitar kawasan Misfalah, kemudian memasaknya dengan bumbu yang dibawa dari Tanah Air.

Pilihan lainnya adalah membeli makanan di sekitar kawasan Masjidil Haram. Namun, menurut Saefullah, harga makanan Indonesia relatif mahal. Ia mencontohkan semangkuk bakso yang bisa mencapai 30 riyal Saudi atau sekitar Rp150 ribu, sedangkan ayam penyet sekitar 50 riyal atau Rp250 ribu.

Setelah rangkaian puncak haji selesai, Saefullah dan rombongan juga sempat mengikuti perjalanan ke sejumlah tempat bersejarah, seperti Jabal Nur, Jabal Tsur, dan Thaif.

Dalam perjalanan tersebut, rombongan satu kloter yang berjumlah sekitar 75 orang singgah di sebuah restoran Arab. Mereka menikmati nasi kebuli dengan potongan daging ayam dan kambing yang empuk.

“Makannya bersama-sama mengelilingi nampan. Bagi saya, suasananya mengingatkan pada tradisi mayoran di pesantren. Jadi bukan hanya soal rasa, tetapi juga kebersamaan,” ujarnya.

Berbeda dengan Madinah

Saefullah mengatakan pengalaman kuliner di Madinah terasa berbeda dibandingkan Makkah. Menurut dia, makanan katering di Madinah terasa lebih berbumbu dan sesuai dengan selera jemaah Indonesia.

Selain katering, keberadaan restoran Indonesia di sekitar Masjid Nabawi juga menjadi pilihan bagi jemaah yang ingin menikmati makanan khas Nusantara.

“Di Madinah saya merasakan makanan lebih beraroma dan lebih cocok dengan lidah orang Indonesia,” katanya.

Ia menyebut sejumlah kuliner Indonesia mudah ditemukan, mulai dari masakan Sunda hingga makanan khas daerah lainnya.

Salah satu tempat yang ia datangi menyajikan bakwan, soto, hingga ayam bakar yang menurutnya memiliki cita rasa yang dekat dengan masakan Indonesia.

Kritik Tetap Disampaikan dengan Santun

Dari pengalaman tersebut, Saefullah menilai evaluasi terhadap layanan konsumsi jemaah haji tetap penting dilakukan secara objektif.

Ia mengapresiasi sejumlah aspek yang sudah berjalan baik, terutama ketepatan distribusi makanan. Namun, menurutnya, masih ada ruang perbaikan, khususnya terkait variasi menu, cita rasa, serta penyediaan makanan yang ramah bagi jemaah lansia.

“Kalau kita mengkritik, tentu harus santun tetapi tetap bernas. Karena merawat lansia itu juga bagian dari merawat kemanusiaan,” ujarnya.

Meski menemukan sejumlah kekurangan, Saefullah mengatakan pengalaman tersebut justru memberikan pelajaran penting tentang keikhlasan dalam menjalankan ibadah.

Ia teringat percakapannya dengan Mbah Datoem setelah jemaah sepuh itu menyelesaikan makanannya yang telah ditambahkan bumbu mi instan dan sambal terasi.

“Sing penting wareg ganti tenaga, Mas. Gusti Allah ora mandang opo sing mlebu maring weteng, tapi opo sing metu saka ati,” ujar Mbah Datoem.

Kalimat tersebut, menurut Saefullah, menjadi salah satu pelajaran yang paling membekas selama menjalani ibadah haji.

“Bagi saya, pengalaman itu mengingatkan bahwa haji bukan hanya perjalanan fisik dan ritual. Ada keikhlasan, kesabaran, kebersamaan, dan bagaimana kita tetap menjaga hati dalam berbagai keadaan,” kata Saefullah.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diklat Petugas Haji Berdampak Besar ke Penyelenggaraan Tahun Ini, Petugas 2027 Nanti Wajib Masuk Barak

    Diklat Petugas Haji Berdampak Besar ke Penyelenggaraan Tahun Ini, Petugas 2027 Nanti Wajib Masuk Barak

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 120
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Penyelenggaraan ibadah haji 2026 menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah, terutama terkait kualitas pelayanan pada fase paling krusial, yakni di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Salah satu hasil evaluasi yang muncul adalah, pelatihan intensif untuk petugas haji pada tahun ini, sangat mempengaruhi kesuksesan pelayanan jemaah. Sehingga, perlu peningkatan kesiapan petugas haji sebelum diterjunkan […]

    Bagikan Berita:
  • Lompatan Besar Pelayanan Haji Indonesia Dapat Apresiasi dari Saudi

    Lompatan Besar Pelayanan Haji Indonesia Dapat Apresiasi dari Saudi

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 152
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID— Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa Pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2026. Apresiasi tersebut disampaikan saat Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Dr. Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah, melakukan kunjungan ke layanan jemaah haji Indonesia di Mina, Minggu (25/5/2026). Menhaj menyebut […]

    Bagikan Berita:
  • Kementerian Haji Expo UMKM Terintegrasi Manasik Haji untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji

    Kementerian Haji Expo UMKM Terintegrasi Manasik Haji untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 213
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) menggelar Expo UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) pada 6–8 April 2026 yang terintegrasi dengan kegiatan manasik haji. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi haji sekaligus mempersiapkan jemaah secara menyeluruh. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pengembangan ekosistem […]

    Bagikan Berita:
  • Dahnil Anzar Simanjuntak

    Pembangunan Kampung Haji RI di Arab Saudi Dapat Dukungan Liga Muslim Dunia

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 266
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Indonesia mendapat dukungan dari Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) dalam rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi. Dukungan ini diumumkan setelah pertemuan antara Sekretaris Jenderal MWL, Syekh Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Kamis (4/12/2025). “Liga Muslim Dunia akan ikut bicara dengan Pemerintah Saudi Arabia, dalam […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Jamin Pelunasan Haji Khusus Tuntas Sebelum Tenggat Saudi, Dirjen Ian Heriyawan: Kami Komitmen

    Kemenhaj Jamin Pelunasan Haji Khusus Tuntas Sebelum Tenggat Saudi, Dirjen Ian Heriyawan: Kami Komitmen

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 357
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan komitmen untuk menuntaskan seluruh proses pelunasan biaya haji khusus serta Pengembalian Keuangan (PK) jemaah tahun 2026 sebelum batas waktu yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi. Kepastian ini disampaikan di tengah sorotan Komisi Nasional Haji (Komnas Haji) dan asosiasi terkait potensi hambatan keberangkatan jemaah haji khusus. Kemenhaj menilai percepatan […]

    Bagikan Berita:
  • Arab Saudi Wanti-wanti Surat Sehat Jemaah Haji, Ini Daftar Regulasi Terbaru Pemberangkatan 2026

    Arab Saudi Wanti-wanti Surat Sehat Jemaah Haji, Ini Daftar Regulasi Terbaru Pemberangkatan 2026

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 340
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi beberapa kali mengingatkan masalah kesehatan jemaah haji yang paling perlu diperhatikan. Selain memperingatkan bahwa jemaah yang dalam kondisi tidak sehat akan dipulangkan, Arab Saudi juga menekankan surat sehat yang harus terverifikasi dengan baik. Pemerintah Arab Saudi melalui Menteri Haji dan Umrah, Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah, mengumumkan aturan kesehatan tersebut bersama […]

    Bagikan Berita:
expand_less