Tiket Baru Diketahui Bermasalah Jelang Keberangkatan, Muslimat NU Nyaris Jadi Korban Penelantaran Umrah
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6
- print Cetak

Jemaah Umrah Gagal Berangkat
HAMRANEWS.ID – Rencana keberangkatan 196 jemaah umrah yang tergabung dalam KBIHU Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jombang mengalami kendala setelah persoalan tiket baru diketahui beberapa jam sebelum rombongan dijadwalkan menuju bandara.
Kondisi tersebut membuat keberangkatan yang semula direncanakan berlangsung serentak pada Minggu (30/8/2026) dini hari harus diubah menjadi beberapa tahap.
KBIHU Muslimat NU Jombang pun meminta pihak travel memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan pelayanan dan hak mereka hingga kembali ke Tanah Air.
Ketua III KBIHU Muslimat NU Jombang, Ema Ummiyyatul Chusnah, mengungkapkan, ada 200 jemaah yang direncanakan berangkat sekitar pukul 02.00 WIB. Dari jumlah tersebut, 196 orang dipastikan mengikuti perjalanan umrah.
Namun, pada Sabtu 29 Agustus 2026 sekitar pukul 23.00 WIB, KBIHU mendapat informasi dari PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup) bahwa tiket yang telah tersedia hanya cukup untuk 40 orang.
Menurut Ema, tiket tersebut pun tidak seluruhnya diperuntukkan bagi jemaah KBIHU Muslimat NU Jombang.
“Di situlah kami kecewa terhadap pihak travel. Akhirnya kami tawarkan kepada jamaah dengan keberangkatan bertahap,” kata Ema, Senin 31 Agustus 2026.
Perubahan jadwal itu sempat memunculkan keberatan dari jemaah. Sebab, sebagian dari mereka harus berangkat terpisah dari anggota keluarga yang seharusnya ikut dalam penerbangan yang sama.
“Mereka sempat keberatan karena tidak berangkat secara bersamaan atau secara keseluruhan, memang ada yang berangkatnya tidak bersamaan dengan keluarganya,” ujarnya.
Meski sempat terkendala, keberangkatan akhirnya tetap dilakukan secara bertahap. Sebanyak 20 jemaah telah berangkat pada Senin (31/8/2026) dan kini berada di Madinah.
Kemudian, 120 jemaah lainnya diberangkatkan pada hari yang sama melalui Bandara Yogyakarta dengan menggunakan Malaysia Airlines.
Sementara 56 jemaah sisanya dijadwalkan menyusul pada Selasa (1/9/2026) melalui Bandara Juanda.
“Jadi insyaallah selama tiga hari dilakukan pemberangkatan secara bertahap oleh pihak travel tersebut,” tutur Ema.
KBIHU Soroti Persoalan Tiket
Ema mengatakan pihak travel menjelaskan persoalan tersebut berkaitan dengan proses tiketing. Pihak travel, kata dia, menyebut terdapat kemungkinan miskomunikasi maupun gangguan dalam proses pemesanan tiket.
“Untuk penyebabnya karena tiketing, kemungkinan ini ada miskomunikasi menurut pihak travelnya, kemungkinan karena ada miskomunikasi atau eror atau trobel terkait tiketing,” jelasnya.
Bagi KBIHU Muslimat NU Jombang, persoalan utama bukan hanya memastikan jemaah akhirnya dapat berangkat, tetapi juga memastikan seluruh hak mereka tetap dipenuhi selama perjalanan umrah.
Ema meminta PT Annisa Ahmada Travelindo segera menuntaskan pemberangkatan seluruh jemaah dan memberikan pelayanan sebagaimana yang telah dijanjikan.
“Kami menuntut kepada pihak travel untuk segera memberangkatkan seluruh jamaah dan harus memberikan seluruh hak-hak jamaah sampai kepulangannya nanti juga harus dilayani dengan baik,” tegasnya.
KBIHU juga mempertanyakan waktu penyampaian informasi mengenai masalah tiket. Sebab, kabar tersebut baru diterima sekitar dua jam sebelum jemaah dijadwalkan berangkat menuju bandara.
“Yang kami sesalkan adalah kenapa baru dua jam sebelum keberangkatan ke bandara baru diberikan informasi. Itu yang kami sesalkan,” kata Ema.
Ia menambahkan, seluruh biaya pendaftaran jemaah telah dibayarkan penuh atau 100 persen kepada PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup).
Travel Beri Klarifikasi
Sebelumnya, Direktur/CEO PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup), Erni Khairunnisa atau Ning Nisa, telah memberikan klarifikasi melalui akun Instagram @annisaahmada.itsgrup.
Dalam pernyataannya, Erni menyebut jemaah tetap diberangkatkan pada 30 Agustus 2026. Ia juga membantah adanya jemaah yang gagal berangkat akibat ditipu oleh pihak travel.
Dengan adanya keberangkatan bertahap tersebut, perhatian kini tertuju pada penyelesaian seluruh perjalanan 196 jemaah, termasuk kepastian pelayanan dan kepulangan mereka sesuai hak yang telah dijanjikan.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
