Haji Tak Lagi Menunggu Tua, Gen Z Mulai Sisihkan Uang Sejak Dini
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

HAMRANEWS.ID – Anggapan bahwa ibadah haji baru dipersiapkan ketika usia mulai matang perlahan berubah. Di tengah generasi muda yang semakin terbiasa membuat perencanaan keuangan, haji mulai ditempatkan sebagai salah satu target jangka panjang yang dipersiapkan sejak dini.
Fenomena ini tercermin dari pertumbuhan nasabah Tabungan Haji PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI. Hingga Juli 2026, jumlah nasabah Tabungan Haji BSI mencapai 7,8 juta orang.
Menariknya, sekitar 45 persen dari jumlah tersebut merupakan generasi Z dan kelompok usia muda.
Pertumbuhan itu juga berlangsung cepat. Sejak awal 2026 hingga 15 September 2026, jumlah nasabah Tabungan Haji BSI bertambah sekitar 1 juta orang.
Dari sisi dana, pertumbuhannya juga signifikan. Tabungan Haji BSI tercatat tumbuh 16,02 persen secara tahunan menjadi Rp17,1 triliun.
Senior Executive Vice President (SEVP) Funding and Transaction BSI Ida Triana Widowati mengatakan perubahan tersebut menunjukkan cara generasi muda memandang keuangan mulai bergeser.
Tabungan, kata dia, tidak lagi sekadar tempat menyimpan uang, tetapi menjadi instrumen untuk mencapai tujuan hidup yang dianggap penting.
“Mereka mulai memandang keuangan sebagai bagian dari perjalanan untuk mencapai sesuatu yang memiliki arti bagi kehidupan,” ujar Ida dalam keterangan pers, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, bagi generasi muda, persiapan haji dan umrah bukan hanya soal mengumpulkan dana. Ada tujuan spiritual dan personal yang ikut dibangun sejak proses perencanaan.
“Mereka sedang mempersiapkan sebuah perjalanan yang memiliki nilai spiritual dan personal. Ada tujuan yang ingin dicapai, ada proses yang harus dijalani, dan ada makna yang ingin dibawa pulang,” katanya.
Mulai dari Rp100 Ribu
Menariknya, persiapan tersebut tidak harus dimulai dengan dana besar. BSI menyediakan Tabungan Haji dengan setoran awal Rp100.000 dan tanpa biaya administrasi bulanan.
Pembukaan rekening hingga perencanaan tabungan dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi BYOND by BSI. Nasabah juga dapat memanfaatkan fitur autodebet untuk menyisihkan dana secara otomatis dan rutin.
Model tersebut memungkinkan generasi muda menjadikan persiapan haji sebagai kebiasaan finansial jangka panjang, bukan sekadar target yang baru dipikirkan ketika sudah memiliki penghasilan besar.
“Bagi kami, tabungan hanyalah awal. Hal terpenting adalah perjalanan dan tujuan di balik tabungan tersebut,” ujar Ida.
BSI juga mengembangkan ekosistem layanan haji dan umrah, mulai dari akses mitra perjalanan, bimbingan ibadah, transaksi selama perjalanan hingga layanan digital dengan konten spiritual yang disesuaikan dengan kebutuhan generasi muda.
Melalui Program Indonesia Berhaji, BSI turut mendorong kesadaran masyarakat agar persiapan haji tidak dilakukan secara mendadak, tetapi dimulai sedini mungkin.
Dengan tren tersebut, haji perlahan tidak lagi ditempatkan sebagai rencana “nanti ketika sudah tua”. Bagi sebagian generasi muda, perjalanan ke Tanah Suci justru mulai dimasukkan dalam daftar tujuan hidup yang dipersiapkan dari sekarang.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
